Kredit Foto: Instagram/Hilmi Firdausi
Ustadz Hilmi Firdausi menilai Presiden Prabowo Subianto belum layak dipuji meskipun nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat ke kisaran Rp17.700-an.
Hal itu juga berlaku jika pemerintah berhasil menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi Pertamax dari Rp16.250 per liter menjadi Rp14.000-an.
Menurut Hilmi, ketika Prabowo mulai menjabat pada 20 Oktober 2024, nilai tukar dolar berada di kisaran Rp15.400 dan harga Pertamax masih di bawah Rp12.100 per liter.
"Dear buzzer, rakyat akan mengapresiasi jika Dolar bisa dibawah Rp 15.400 dan harga Pertamax dibawah Rp 12.100 (itu start saat Pak Prabowo dilantik). Jadi kalau sekarang dolar turun ke 17.720 ya belum layak dipuji. Begitu juga kalo besok misal Pertamax turun ke 14.000, berlebihan juga kalau dipuji," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Selasa (16/6).
Ulama kondang tersebut menegaskan bahwa tugas rakyat adalah mengkritisi dan mengevaluasi kebijakan pemerintah. "Bukannya asal memuji jika memang blm pantas dipuji," tandasnya.
Sebagai informasi, sinergi kebijakan antara Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) berhasil meredam kepanikan pasar dan memicu penguatan rupiah kembali ke kisaran Rp17.700-an, setelah sempat terpuruk ke rekor terburuk di level Rp18.209 pada awal Juni 2026.
Berikut kebijakan utama yang menyelamatkan rupiah:
1. Kenaikan suku bunga beruntun: Bank Indonesia secara agresif menaikkan BI-Rate sebesar 50 bps pada Mei, dilanjutkan kenaikan 25 bps lagi pada 9 Juni 2026 menjadi 5,50% untuk menarik kembali modal asing.
2. Aturan Ketat Devisa Hasil Ekspor (DHE): Pemerintah menerapkan aturan baru per 1 Juni 2026 yang mewajibkan eksportir Sumber Daya Alam (SDA) menempatkan 100 persen devisa mereka di dalam negeri demi mengamankan pasokan dolar AS.
3. Derasnya Aliran Modal Masing: Insentif tinggi pada instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN) sukses menarik dana asing masuk sebesar Rp15,11 triliun hanya dalam satu lelang pada 10 Juni 2026.
Baca Juga: Megawati Ungkit Momen Gandengan Tangan dengan Prabowo: Jangan Adu Domba Kami
4. Diversifikasi Non-Dolar (Panda Bonds): Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi rencana penerbitan Panda Bonds di pasar Tiongkok untuk mengurangi ketergantungan perdagangan nasional terhadap mata uang dolar AS.
5. Pendanaan Lewat Danantara: Kepercayaan investor global diperkuat oleh keberhasilan penawaran perdana obligasi internasional Danantara yang berhasil menggaet dana senilai Rp26,9 triliun.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya