Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        'Dulu Banyak Silo-silo,' Kesaksian Purbaya Saat Bereskan Isu antara Bea Cukai dan Dirjen Pajak

        'Dulu Banyak Silo-silo,' Kesaksian Purbaya Saat Bereskan Isu antara Bea Cukai dan Dirjen Pajak Kredit Foto: Bea dan Cukai
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap adanya perubahan besar di internal Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Salah satu yang menjadi sorotan adalah hubungan antara Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang sebelumnya disebut sulit bekerja sama, namun kini mulai dibenahi agar tidak lagi berjalan sendiri-sendiri.

        Purbaya mengatakan, selama bertahun-tahun sejumlah direktorat di Kemenkeu bekerja dalam "silo" atau sekat-sekat organisasi yang membuat koordinasi antarunit menjadi tidak efektif.

        Baca Juga: Pemerintah Dibuat Terkejut, Prabowo Dituding Raup Untung dari Proyek MBG

        "Misalnya, dulu pajak dan bea cukai itu susah banget kerja samanya. Sekarang sudah bisa dibereskan. Jadi, kita dorong itu supaya kerja samanya bagus," kata Purbaya, dikutip Rabu (17/6).

        Menurut dia, budaya silo tersebut menyebabkan masing-masing direktorat cenderung bekerja sendiri, sehingga proses koordinasi dan pengambilan keputusan menjadi lambat.

        Purbaya menegaskan pembenahan kini difokuskan pada peningkatan sinergi antardirektorat agar Kemenkeu dapat bergerak lebih cepat dan responsif.

        "Dulu kan banyak silo-silo, sekarang kita buka silo-silo itu agar direktorat bekerja lebih cepat," ujarnya.

        Ia bahkan mengungkapkan bahwa perpindahan pegawai antardirektorat pada masa lalu juga tidak mudah dilakukan karena masing-masing unit memiliki budaya kerja yang berbeda dan cenderung eksklusif.

        "Kasus perpindahan antarpegawai dari Dirjen Anggaran ke Pajak, susah banget, karena masing-masing punya sendiri silo-silo. Padahal satu tempat lebih banyak kebanyakan orang," katanya.

        Purbaya menilai kondisi tersebut tidak ideal bagi sebuah kementerian yang menangani kebijakan fiskal negara secara terpadu. Karena itu, pembenahan dilakukan untuk menciptakan organisasi yang lebih fleksibel dan mampu bekerja secara kolaboratif.

        Ia meyakini transformasi yang tengah dijalankan membuat Kemenkeu saat ini jauh lebih lincah atau agile dibanding beberapa tahun lalu, meskipun masih terdapat sejumlah sekat yang perlu terus dikurangi.

        "Sekarang saya pikir sudah agile, walaupun ada silo-silo, kita kurangi silo semaksimal mungkin. Jadi, sudah tidak seperti dulu lagi," pungkasnya.

        Baca Juga: 'Jangan Main Harga,' Pemerintah Akan Kerahkan Polisi untuk Tindak Pedagang Beras Nakal

        Pernyataan Purbaya sekaligus menjadi sinyal bahwa dua institusi strategis di bawah Kementerian Keuangan, yakni Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, kini didorong untuk meninggalkan ego sektoral dan memperkuat koordinasi demi meningkatkan efektivitas pengelolaan penerimaan negara.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: