Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        'FIFA Tak Bisa Apa-apa,' Iran Dibiarkan Sendiri Hadapi Kebijakan Amerika di Piala Dunia 2026

        'FIFA Tak Bisa Apa-apa,' Iran Dibiarkan Sendiri Hadapi Kebijakan Amerika di Piala Dunia 2026 Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran ternyata belum sepenuhnya mengakhiri persoalan yang dihadapi tim nasional Iran di Piala Dunia 2026. Di tengah berakhirnya konflik militer kedua negara di Timur Tengah, skuad Team Melli justru mengaku masih menerima berbagai perlakuan yang menyulitkan selama mengikuti turnamen.

        Situasi itu bahkan membuat Presiden FIFA, Gianni Infantino turun langsung menemui para pemain Iran. Namun, federasi sepak bola dunia tersebut dinilai tidak mampu berbuat banyak karena masalah yang dihadapi Iran berkaitan dengan persoalan di luar sepak bola.

        Baca Juga: Trump Kian Pelototi Israel, Waspadai Manuver Ganggu Upaya Damai Amerika dan Iran

        Pelatih Iran, Amir Ghalenoei secara terbuka menyebut timnya sebagai "tim paling tertindas di Piala Dunia".

        Pernyataan itu disampaikan setelah para pemain Iran diperintahkan secara mendadak untuk meninggalkan Amerika Serikat dan kembali ke Meksiko sesaat setelah laga pembuka melawan New Zealand national football team yang berakhir imbang 2-2 di Los Angeles, Senin (15/6/2026).

        Padahal, pertandingan tersebut berlangsung hanya sehari setelah pengumuman kesepakatan damai antara Washington dan Teheran yang mengakhiri operasi militer kedua negara di berbagai front. Namun, menurut Ghalenoei, berbagai hambatan justru terus bermunculan.

        "Mereka menunda kedatangan kami, sekarang mereka memaksa kami kembali lebih awal tanpa ada waktu untuk pemulihan," ujar Ghalenoei, dikutip Rabu (17/6).

        Ia mengaku sebelumnya mendapat informasi bahwa timnya diperbolehkan bertahan di AS hingga Selasa siang untuk proses pemulihan fisik. Akan tetapi, keputusan tersebut mendadak berubah tanpa penjelasan.

        "Namun sekali lagi mereka tidak mengizinkan kami. Sejujurnya, saya sama sekali tidak tahu mengapa mereka tidak memberi tahu kami," katanya.

        Menurut Ghalenoei, kesulitan yang dialami Iran bukan hanya terjadi selama turnamen berlangsung. Sejak sebelum Piala Dunia dimulai, AS sempat menolak menerbitkan visa bagi sejumlah staf pendukung Iran dan baru mengeluarkan dokumen perjalanan pemain pada menit-menit terakhir.

        Akibatnya, tim pelatih terpaksa merangkap tugas manajerial karena kekurangan personel. Bahkan, Iran harus memindahkan kamp pelatihannya secara mendadak dari Arizona, Amerika Serikat, ke Tijuana, Meksiko.

        "Itulah mengapa saya berpikir kami adalah tim paling tertindas di Piala Dunia," tegasnya.

        Keluhan serupa juga disampaikan penyerang andalan Iran, Mehdi Taremi. Ia menyebut situasi yang dihadapi timnya sebagai sebuah "bencana" karena para pemain baru mengetahui kewajiban meninggalkan AS pada hari pertandingan berlangsung.

        "Ini mendatangkan banyak stres bagi para pemain, staf, dan semua orang, tetapi kami tidak memiliki dukungan itu, dan saya pikir FIFA harus membantu kami lebih dari ini," ujar Taremi.

        Meski demikian, Taremi mengakui persoalan yang mereka hadapi tidak sesederhana urusan sepak bola semata. Ia mengungkapkan bahwa Infantino sempat mendatangi ruang ganti Iran untuk membahas masalah tersebut dan berupaya memberikan bantuan.

        "Dia ingin mencoba membantu kami, tetapi ini juga berkaitan dengan hal-hal lain," kata penyerang Olympiakos tersebut.

        Baca Juga: 'Investigasi Saya Dikavling,' Terbongkar Upaya Dadan Hindayana Stop Pengawasan Internal Soal MBG

        Pernyataan Taremi mengindikasikan bahwa kendala yang dialami Iran berkaitan erat dengan faktor politik dan diplomatik yang berada di luar kewenangan FIFA. Alhasil, meski perang antara AS dan Iran telah dinyatakan berakhir, ketegangan di luar lapangan masih terus membayangi perjalanan Team Melli di Piala Dunia 2026.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: