Gejolak Energi Global: Stok Minyak AS Jeblok, Damai AS–Iran Buka Selat Hormuz
Kredit Foto: Istimewa
Mantan penasihat ekonomi Presiden Amerika Serikat (AS) ke-40 Ronald Reagan, Steve Hanke, menyoroti laporan terbaru Energy Information Administration (EIA) yang mencatat persediaan minyak mentah AS anjlok 8,3 juta barel dalam sepekan. Kondisi ini membuat total stok minyak berada di level terendah sejak 1985.
"Hari ini, Energy Information Administration (EIA) melaporkan bahwa persediaan minyak mentah AS TURUN DRASTIS sebesar 8,3 JUTA barel pada minggu lalu," tulis Hanke di akun X pribadinya, dikutip Kamis (18/6).
"Secara keseluruhan, persediaan AS mencapai TINGKAT TERRENDAH SEJAK 1985," imbuhnya.
Profesor Ekonomi Terapan di Johns Hopkins University itu memprediksi harga minyak akan naik kembali begitu stok mulai diisi ulang, sehingga investor sebaiknya tidak melepas posisi mereka.
"Saat persediaan (minyak) diisi kembali, harga minyak akan naik kembali. Tetaplah bertahan di posisi beli minyak," tandasnya.
Baca Juga: Efek Perang AS-Iran Terlanjur Mendalam, BI Tegaskan Ketidakpastian Global Tetap Tinggi
Di sisi lain, dinamika geopolitik juga ikut memengaruhi pasar energi. Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian secara resmi menandatangani dokumen Nota Kesepahaman (MoU) awal pada Rabu malam, 17 Juni 2026.
Dokumen yang disebut sebagai Islamabad Memorandum memuat sejumlah poin penting, termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz serta penyusunan perjanjian damai permanen antara kedua negara.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: