Kredit Foto: Istimewa
Pelatihan semi militer bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menuai sorotan dari anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDIP, Mufti Anam. Ia mempertanyakan relevansi pendidikan dan pelatihan bernuansa semi militer dengan tugas utama seorang manajer koperasi.
Menurut Mufti, nilai kedisiplinan dan kebersamaan memang penting dalam membangun organisasi. Namun, ia menilai pendekatan pelatihan yang mengadopsi gaya barak, yel-yel, dan aktivitas semi militer tidak sejalan dengan kompetensi yang dibutuhkan dalam pengelolaan koperasi.
“Saya menghormati nilai disiplin dan kebersamaan, tapi apa relevansi pelatihan bergaya barak, yel-yel, dan semi militer dengan tugas manajer koperasi?” ujar Mufti, Kamis (18/6/2026).
Ia menegaskan, manajer koperasi seharusnya dibekali kemampuan yang berkaitan langsung dengan pengelolaan usaha. Kompetensi seperti bisnis, akuntansi, pemasaran, hingga kewirausahaan dinilai jauh lebih penting untuk menunjang keberhasilan koperasi.
“Tugas mereka membaca laporan keuangan, mengelola arus kas, membangun jaringan pemasaran, dan meningkatkan keuntungan anggota koperasi, bukan memimpin pasukan,” tegasnya.
Mufti menekankan bahwa tolok ukur keberhasilan KDMP tidak terletak pada kekompakan peserta dalam menjalankan yel-yel atau aktivitas seremonial lainnya. Keberhasilan program, kata dia, harus diukur dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat desa.
Ia menyebut sejumlah indikator yang dapat digunakan untuk menilai efektivitas koperasi, mulai dari kemampuan meningkatkan pendapatan warga, membeli hasil panen dengan harga layak, menyediakan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, membuka lapangan kerja, hingga memberikan keuntungan bagi para anggota.
Baca Juga: Program MBG dan KDMP Disorot, Said Didu Minta Purbaya Diam
“Apakah koperasi mampu meningkatkan pendapatan warga, membeli hasil panen dengan harga layak, menyediakan kebutuhan pokok lebih murah, membuka lapangan kerja, dan memberi keuntungan bagi anggota koperasi,” katanya.
Atas dasar itu, Mufti meminta pemerintah melakukan evaluasi terhadap proses rekrutmen dan pelatihan calon manajer KDMP. Evaluasi tersebut dinilai penting agar pelaksanaan program tetap berfokus pada tujuan utamanya, yakni membangun koperasi yang profesional dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: