Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        PKB Semprot PDIP: Jangan Main Dua Kaki, Oposisi Ya Oposisi!

        PKB Semprot PDIP: Jangan Main Dua Kaki, Oposisi Ya Oposisi! Kredit Foto: Andi Hidayat
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Posisi politik PDI Perjuangan (PDIP) kembali menjadi sorotan setelah dugaan kemunculan salah satu kadernya, Andi Widjajanto, dalam aksi mahasiswa di kawasan Bundaran HI, Jakarta, beberapa waktu lalu.

        Momen tersebut memicu berbagai spekulasi mengenai sikap politik partai berlambang banteng tersebut terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

        Di tengah perdebatan soal peran PDIP sebagai "partai penyeimbang", Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melontarkan kritik terbuka. Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid menilai sikap politik yang tidak tegas justru berpotensi menimbulkan kesan mengganggu upaya pemerintah dalam menjalankan berbagai program yang telah dijanjikan kepada masyarakat.

        Jazilul secara lugas meminta PDIP menentukan posisi politiknya dengan jelas. Menurutnya, jika memang memilih berada di luar pemerintahan, maka sikap tersebut harus dinyatakan secara terbuka tanpa meninggalkan ruang abu-abu.

        "Kalau di oposisi, oposisi. Jangan abu-abu. Karena, kami semua sedang berjuang keras untuk mewujudkan apa yang menjadi janji Pak Presiden," kata Jazilul di kompleks parlemen, Kamis (18/6).

        Baca Juga: 'Kami Tidak Abu-abu', PDIP Ogah Disebut Oposisi, Hanya Partai Penyeimbang

        Ia menegaskan bahwa seluruh partai yang berada dalam koalisi pemerintahan saat ini tengah bekerja sama untuk menyukseskan agenda pembangunan nasional. Karena itu, komitmen persatuan dan soliditas dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung jalannya pemerintahan.

        Menurut Jazilul, PKB tidak mempermasalahkan apabila ada partai yang memilih berada di luar pemerintahan. Namun, ia menilai sikap yang tidak jelas justru dapat menimbulkan persepsi negatif di tengah publik.

        "Kalau ada kesan mengganggu, itu tidak baik untuk menjalankan program gitu. Jadi, posisinya supaya gentle saja," ujarnya.

        Ketua Fraksi PKB DPR itu juga mengaku belum memahami konsep "partai penyeimbang" yang selama ini kerap disampaikan PDIP. Baginya, posisi tersebut belum terlihat secara konkret dalam praktik politik sehari-hari.

        "Karena selama ini memang ada kesan gitu, di sana dan di sini, belum tegas posisinya. Menyeimbangkan kayak apa, itu nggak paham," ungkap dia.

        Pernyataan Jazilul muncul setelah Andi Widjajanto, yang dikenal sebagai salah satu tokoh penting PDIP dan mantan Gubernur Lemhannas, terlihat berada di sekitar lokasi aksi mahasiswa di Bundaran HI pada Jumat (12/6).

        Baca Juga: Tiyo Ardianto Makin Terpojok? Garda Prabowo Laporkan Eks Ketua BEM UGM ke Bareskrim

        Kehadiran Andi kemudian memunculkan beragam tafsir mengenai hubungan PDIP dengan gelombang kritik yang belakangan diarahkan kepada pemerintah.

        Meski demikian, PDIP sebelumnya telah menegaskan bahwa partainya tidak terlibat dalam aksi demonstrasi mahasiswa dan tetap berpegang pada sikap sebagai partai penyeimbang sebagaimana keputusan internal partai.

        Namun, bagi PKB, penegasan posisi secara lebih terang dinilai penting agar tidak menimbulkan kebingungan di tengah publik maupun di antara partai-partai pendukung pemerintah.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: