Wakilnya Trump Batal Hadir, Kelanjutan Negosiasi Damai Iran-Amerika Jadi Tak Pasti
Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance dipastikan tidak jadi berangkat ke Swiss untuk menghadiri putaran lanjutan perundingan antara Washington dan Iran. Keputusan tersebut memunculkan tanda tanya baru mengenai jadwal dan mekanisme negosiasi yang sebelumnya ditargetkan menghasilkan kesepakatan final dalam waktu 60 hari.
Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Vance membatalkan rencana perjalanannya pada Jumat (19/6/2026) karena pembicaraan teknis antara AS dan Iran masih belum memiliki kepastian.
Baca Juga: 'Saatnya Bilang Cukup ke Trump,' Israel Tidak Senang dengan Kesepakatan Damai Iran-Amerika
"Seperti yang disampaikan wakil presiden dalam konferensi persnya, rencana pembicaraan teknis mendatang belum difinalisasi dan delegasi telah siap berangkat pada kesempatan pertama yang tersedia," kata Juru Bicara Gedung Putih.
Namun, pihak Gedung Putih mengakui bahwa proses negosiasi dengan Iran selama ini tidak pernah berjalan sederhana dan sulit diprediksi.
"Tetapi logistik negosiasi ini tidak pernah sederhana atau dapat diprediksi. Untuk saat ini, wakil presiden tidak berangkat malam ini," lanjutnya.
Gedung Putih menegaskan akan memberikan pembaruan apabila telah terdapat kepastian mengenai langkah berikutnya dalam proses diplomatik tersebut.
"Kami akan memberi tahu segera setelah ada perkembangan konkret mengenai langkah selanjutnya. Kami menantikan dimulainya pembicaraan teknis sesegera mungkin," kata Gedung Putih.
Pembatalan keberangkatan Vance terjadi tidak lama setelah Amerika Serikat dan Iran menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) yang menjadi landasan awal untuk mengakhiri permusuhan dan membuka jalur negosiasi lanjutan.
Berdasarkan kerangka kesepakatan itu, kedua negara sebelumnya menargetkan tercapainya perjanjian final dalam waktu maksimal 60 hari. Pembahasan lanjutan diperkirakan akan mencakup berbagai isu sensitif, mulai dari program nuklir Iran, pencabutan sanksi ekonomi, hingga pengaturan keamanan dan stabilitas kawasan.
Namun, batalnya kehadiran JD Vance di Swiss menunjukkan bahwa proses implementasi MoU masih menghadapi sejumlah kendala teknis dan diplomatik. Situasi tersebut juga menandakan bahwa negosiasi antara Washington dan Teheran masih berada dalam tahap yang rapuh, meskipun kedua pihak telah menyepakati kerangka awal perdamaian.
Baca Juga: 'Pasar Saham Aja Cetak Rekor,' Trump Sebut Hanya Orang Bodoh yang Tak Suka Kesepakatan Amerika-Iran
Ketidakpastian mengenai waktu dan lokasi perundingan berikutnya pun berpotensi memperlambat upaya penyelesaian berbagai isu krusial yang menjadi inti dari kesepakatan Iran-Amerika.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: