Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        PSI Bongkar Pesan Jokowi, Isu ‘Matahari Kembar’ Disebut Fitnah Murahan

        PSI Bongkar Pesan Jokowi, Isu ‘Matahari Kembar’ Disebut Fitnah Murahan Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Isu soal munculnya "matahari kembar" dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kembali mencuat seiring aktivitas politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang disebut akan berkeliling ke berbagai daerah.

        Namun, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) justru menegaskan bahwa narasi tersebut tidak berdasar dan bertolak belakang dengan pesan yang disampaikan langsung oleh Jokowi.

        Ketua DPP PSI Bestari Barus mengungkapkan, saat bertemu Jokowi di Solo pada Kamis (18/6), mantan wali kota Solo itu justru meminta kader dan simpatisan PSI untuk mendukung penuh pemerintahan Prabowo-Gibran hingga tuntas.

        Menurut Bestari, Jokowi secara tegas meminta seluruh elemen pendukungnya mengawal pemerintahan yang sedang berjalan, bukan membangun kekuatan politik tandingan sebagaimana tudingan yang selama ini beredar.

        "Kepada kami beliau menyampaikan kok bahwa kita itu diminta untuk mengawal Pak Prabowo-Gibran ini, bahkan ya, bahkan, bahkan sampai dua periode. Jadi nggak ada itu fitnahan, fitnahan tentang bakal ada dua matahari. Matahari gimana bisa dua? Ada-ada aja," kata Bestari kepada wartawan, Jumat (18/6).

        Baca Juga: Abaikan Isu Pemakzulan, Jokowi Dorong Prabowo-Gibran 2 Periode

        Ia menilai tuduhan soal "matahari kembar" tidak masuk akal jika melihat hubungan yang terjalin antara Jokowi dan Presiden Prabowo saat ini. Menurutnya, yang ada justru komitmen untuk menjaga stabilitas pemerintahan dan memastikan program-program nasional berjalan dengan baik.

        Bestari juga mengaku mendapat pesan khusus dari Jokowi agar PSI menjaga kekompakan internal sekaligus tetap menjadi bagian dari kekuatan yang mendukung pemerintahan.

        "Saya dititip pesan ya jaga keharmonisan di internal. Dan juga ingatkan untuk kawan-kawan di manapun itu, mendukung pasangan Pak Prabowo-Gibran ini gitu, mau matahari apa lagi," ujarnya.

        Pernyataan itu sekaligus menjadi bantahan terhadap berbagai spekulasi yang menyebut Jokowi akan memainkan peran politik di luar pemerintahan setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden.

        Lebih lanjut, Bestari turut menyoroti kunjungan Didit Hediprasetyo Prabowo ke kediaman Jokowi di Solo. Menurutnya, pertemuan tersebut menunjukkan hubungan harmonis yang terjalin antara keluarga Prabowo dan Jokowi.

        Baca Juga: Roy Suryo dan dr Tifa Ditangkap Polisi Pagi Ini Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi

        "Artinya, Mas Didit ini melihat bahwa orang tuanya, Pak Presiden Prabowo dengan Pak Jokowi ini hubungan sangat baik sehingga kehadiran di situ sebagai penanda saja bahwa adab itu, adab pergaulan kepada yang lebih tua, apalagi kawan karib dari ayahandanya sangat dijunjung tinggi oleh Mas Didit. Luar biasa gitu loh," ungkap Bestari.

        Menurutnya, silaturahmi tersebut justru memperlihatkan bahwa hubungan antara Jokowi dan Prabowo berjalan sangat baik, sehingga isu mengenai adanya dua pusat kekuasaan menjadi semakin sulit dibuktikan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: