Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Asing Kembali Serbu RI, Inflow Tembus US$3,9 Miliar di Kuartal II 2026

        Asing Kembali Serbu RI, Inflow Tembus US$3,9 Miliar di Kuartal II 2026 Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing kembali masuk ke pasar keuangan domestik pada triwulan II 2026. Hingga 15 Juni 2026, aliran modal asing yang masuk (inflow) secara neto mencapai US$3,9 miliar, berbalik arah dibandingkan triwulan I 2026 yang mencatat aliran modal keluar (outflow) sebesar US$0,8 miliar.

        Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan peningkatan arus masuk modal asing didorong oleh penguatan respons kebijakan moneter yang ditempuh BI dan didukung sinergi dengan kebijakan fiskal pemerintah. Langkah tersebut dinilai mampu meningkatkan daya tarik instrumen keuangan domestik di mata investor global.

        “Pada triwulan II 2026 yang secara neto tercatat inflow sebesar 3,9 miliar dolar AS data hingga 15 Juni 2026,” kata Perry dalam konferensi pers, Jakarta, Kamis (18/6/2026). 

        Menurut Perry, masuknya modal asing tersebut terutama ditopang oleh investasi pada Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN). Kedua instrumen tersebut dinilai tetap menarik seiring dengan langkah BI menjaga stabilitas pasar keuangan dan nilai tukar rupiah.

        Di tengah dinamika pasar keuangan global, BI juga memastikan ketahanan sektor eksternal Indonesia tetap terjaga. Hal ini tercermin dari posisi cadangan devisa Indonesia yang mencapai US$144,9 miliar pada akhir Mei 2026.

        “Setara dengan pembiayaan 5,6 bulan impor atau 5,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor,” jelasnya.

        Perry menegaskan, kinerja transaksi berjalan Indonesia sepanjang 2026 diperkirakan tetap sehat dengan defisit yang terjaga dalam kisaran 0,5% hingga 1,3% terhadap produk domestik bruto (PDB).

        Baca Juga: BI dan Kemenkeu Siapkan Strategi Tarik Modal Asing Masuk Kembali ke RI

        Baca Juga: Saat Modal Asing Keluar dari RI, Amartha Justru Tetap Dilirik Investor Global

        Ke depan, BI bersama pemerintah akan terus memperkuat koordinasi kebijakan guna menjaga ketahanan eksternal perekonomian nasional. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan neraca modal dan finansial untuk mendukung stabilitas makroekonomi serta menjaga nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.

        “Penguatan sinergi kebijakan Pemerintah dan Bank Indonesia juga terus ditempuh untuk memperkuat neraca modal dan finansial guna mendukung ketahanan eksternal perekonomian nasional dan sekaligus memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah dalam menghadapi gejolak global,” pungkasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Cita Auliana
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: