Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Israel Berulah Lagi! Iran Tutup Selat Hormuz, Kesepakatan dengan AS Sia-sia?

        Israel Berulah Lagi! Iran Tutup Selat Hormuz, Kesepakatan dengan AS Sia-sia? Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran mengumumkan penutupan kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis dunia yang menjadi urat nadi distribusi energi global.

        Langkah drastis itu diambil menyusul serangan Israel di Lebanon yang disebut Teheran sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan yang sebelumnya telah dicapai dengan Amerika Serikat (AS).

        Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Markas Besar Pusat Khatam-al Anbiya melalui siaran televisi Pemerintah Iran. Penutupan Selat Hormuz disebut sebagai respons awal atas apa yang mereka anggap sebagai pengingkaran janji oleh pihak lawan.

        “Dengan ini diumumkan bahwa Selat Hormuz akan ditutup untuk lalu lintas kapal. Perlu dicatat bahwa langkah pertama ini merupakan tanggapan atas pelanggaran janji musuh, dan jika agresi berlanjut, langkah-langkah lebih lanjut akan direncanakan dan diambil untuk memaksa musuh mematuhi kewajibannya,” demikian pernyataan Markas Besar Pusat Khatam-al Anbiya.

        Menurut laporan BBC, militer Iran secara terbuka menyalahkan "pelanggaran janji Amerika yang terang-terangan" terhadap kesepakatan yang dirancang untuk mengakhiri konflik. Salah satu poin utama dalam perjanjian tersebut adalah penghentian seluruh operasi militer, termasuk yang terjadi di Lebanon.

        Baca Juga: Kembali Tegang, Iran Siap Balas Jika AS dan Israel Menyerang

        Namun, situasi berubah setelah muncul laporan bahwa sekitar dua lusin orang tewas akibat serangan Israel di Lebanon selatan, kurang dari sehari setelah gencatan senjata baru antara Israel dan Hizbullah diumumkan.

        Seorang pejabat AS sebelumnya menyebut Israel dan Hizbullah telah menyepakati gencatan senjata. Kesepakatan itu diharapkan dapat mencegah konflik yang lebih luas dan menjaga proses perdamaian antara AS dan Iran tetap berjalan.

        Meski demikian, militer Israel mengonfirmasi gencatan senjata berlaku, tetapi tetap menegaskan akan melanjutkan operasi terhadap ancaman yang dianggap mendesak.

        Sebelumnya, AS dan Iran telah menandatangani kesepakatan berisi 14 poin penting. Salah satu poin utamanya menegaskan adanya "penghentian segera dan permanen operasi militer di semua lini, termasuk di Lebanon".

        Kesepakatan itu juga memuat komitmen pencabutan blokade laut, pelonggaran sanksi terhadap Iran, pembukaan akses terhadap aset Iran yang dibekukan, hingga jaminan bahwa Iran tidak akan mengembangkan senjata nuklir. Selain itu, Iran juga berjanji menjaga keamanan pelayaran di Selat Hormuz selama masa implementasi perjanjian.

        Baca Juga: AS Kendalikan Israel? Trump Klaim Netanyahu Ikuti Arah Washington di Tengah Perang Lebanon

        Kini, dengan keputusan Iran menutup Selat Hormuz dan meningkatnya kembali eskalasi di Lebanon, masa depan kesepakatan yang digadang-gadang sebagai jalan keluar konflik tersebut berada dalam tanda tanya besar. Jika situasi terus memburuk, bukan hanya stabilitas kawasan yang terancam, tetapi juga pasokan energi dunia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: