Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kembali Tegang, Iran Siap Balas Jika AS dan Israel Menyerang

Kembali Tegang, Iran Siap Balas Jika AS dan Israel Menyerang Kredit Foto: Reuters/WANA/Iranian Army
Warta Ekonomi, Jakarta -

Hubungan antara Amerika Serikat dan Iran kembali mengalami ketegangan setelah rangkaian perundingan multilateral di Swiss ditunda. Penundaan tersebut terjadi di tengah meningkatnya aktivitas militer AS di kawasan Timur Tengah serta pernyataan keras dari pihak Iran.

Komando Pusat AS (CENTCOM) melaporkan bahwa jet-jet tempur F-16 milik Angkatan Udara AS melakukan patroli di wilayah Timur Tengah setelah jadwal perundingan yang melibatkan AS, Iran, Qatar, dan Pakistan ditunda oleh Departemen Luar Negeri Swiss.

Dalam pernyataannya di platform X, CENTCOM menyebut pesawat tempur AS telah melakukan pengisian bahan bakar di udara saat menjalankan misi patroli. Pihaknya menegaskan bahwa pasukan AS di kawasan tersebut tetap berada dalam kondisi siap siaga.

Di sisi diplomatik, sebelumnya pada 14 Juni, Washington dan Teheran dikabarkan telah menyelesaikan penyusunan nota kesepahaman awal. Dokumen tersebut kemudian ditandatangani secara jarak jauh pada 18 Juni dini hari, yang disebut-sebut bertujuan mengakhiri eskalasi konflik militer yang telah berlangsung sejak 28 Februari.

Kesepakatan sementara itu memberikan waktu 60 hari bagi kedua negara untuk merumuskan perjanjian final terkait isu nuklir Iran serta pencabutan sebagian sanksi AS terhadap Teheran. Dokumen tersebut juga memuat rencana pembukaan blokade laut oleh AS serta pemulihan jalur pelayaran Iran di kawasan strategis Selat Hormuz.

Namun di tengah proses tersebut, dinamika politik dan keamanan tetap berlangsung. Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) mengeluarkan pernyataan bahwa mereka siap merespons jika AS, Israel, atau sekutunya kembali melakukan tindakan yang dianggap agresif terhadap Iran.

Baca Juga: Perundingan Iran–AS di Swiss Ditunda, Negosiasi Kesepakatan Energi Masih Berjalan Lewat Mediator

IRGC menegaskan kesiapan penuh di berbagai medan operasi, mulai dari darat, laut, udara, hingga perang hibrida, serta menyatakan akan memberikan respons tegas jika hak-hak Iran dilanggar.

Situasi ini menunjukkan bahwa meski terdapat upaya diplomatik untuk meredakan konflik, ketegangan antara AS dan Iran masih belum sepenuhnya mereda. Proses negosiasi yang sedang berlangsung kini menjadi penentu apakah kedua negara dapat mencapai kesepakatan jangka panjang atau kembali menghadapi eskalasi di kawasan Timur Tengah.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: