Kredit Foto: Mochamad Ali Topan
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meluruskan informasi yang beredar di media sosial terkait dugaan penggelembungan anggaran pengadaan alat kesehatan (alkes) senilai Rp30 miliar untuk layanan hemodialisis (HD) di RSUD KH Muhammad Thohir Krui, Pesisir Barat, Lampung.
Kemenkes menegaskan bahwa angka tersebut merupakan nilai pengadaan paket alat kesehatan canggih untuk rumah sakit yang masuk dalam Program Hasil Cepat Terbaik (PHTC) atau Quick Win, bukan khusus untuk layanan HD.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman menjelaskan, pernyataan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat berdialog dengan Presiden Prabowo Subianto pada peresmian RSUD Krui pekan lalu merujuk pada dukungan alat kesehatan canggih yang diberikan kepada rumah sakit peserta program penguatan layanan rujukan nasional.
“Masing-masing RSUD akan mendapatkan dukungan alkes canggih senilai lebih dari Rp30 miliar dari program SIHREN (Strengthening Indonesia's Healthcare Referral Network). Alat tersebut termasuk cathlab, CT scan 64 slice, echocardiography, mammography, dan lain-lain. RSUD Krui sendiri mendapatkan bantuan sekitar Rp31,7 miliar tahun ini untuk pengadaan alat canggih tersebut. Angka ini bukan hanya untuk layanan HD,” ujar Aji dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/6/2026).
Aji menilai, informasi yang menyebut adanya penggelembungan harga muncul karena kesalahpahaman terhadap nilai bantuan yang diterima rumah sakit. Maka dari itu, ia meminta masyarakat untuk tidak termakan informasi yang tidak sesuai fakta.
Selain bantuan alat kesehatan canggih, setiap rumah sakit juga memperoleh dukungan alat kesehatan dasar dengan nilai berkisar Rp20 miliar hingga Rp30 miliar. Untuk RSUD Krui, bantuan tersebut mencapai sekitar Rp25 miliar yang dialokasikan pada tahun anggaran 2025 dan 2026.
Tercatat, sejumlah peralatan yang diberikan adalah berbagai kebutuhan pelayanan medis mulai dari bed patient, defibrillator, mesin anestesi, patient monitor, patient monitor ICU, syringe pump, USG, hingga ventilator untuk layanan dewasa, anak, dan anestesi.
Selain itu, rumah sakit tersebut juga memperoleh bed ICU set, instrumen bedah umum, instrumen operasi sesar, mobile X-Ray, operating lamp, operating table, plasma sterilizer, infusion pump, serta berbagai peralatan penunjang layanan kegawatdaruratan dan ruang operasi.
Dengan demikian, total dukungan alat kesehatan yang diterima RSUD KH Muhammad Thohir Krui mencapai sekitar Rp56,7 miliar. Kemenkes berharap penguatan fasilitas kesehatan tersebut dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat di Pesisir Barat sehingga kebutuhan pelayanan medis dapat dipenuhi di daerah tanpa harus banyak merujuk pasien ke rumah sakit di luar wilayah.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: