Kredit Foto: Uswah Hasanah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan hari ini di zona merah. Berdasarkan data RTI Business pada pukul 09.01 WIB, IHSG turun 17,164 poin atau 0,28% ke level 6.099,525.
Pada awal sesi, IHSG sempat bergerak di rentang 6.084,652 sebagai level terendah dan 6.102,802 sebagai level tertinggi, setelah dibuka di posisi 6.096,499.
Hingga saat ini, total volume transaksi tercatat mencapai 557,495 juta saham dengan nilai transaksi sekitar Rp449,283 miliar dari 56.468 kali perdagangan.
Pergerakan saham menunjukkan 193 saham menguat, 202 saham melemah, dan 233 saham bergerak stagnan. Sementara itu, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia tercatat sebesar Rp10.712,460 triliun.
Sebelumnya MNC Sekuritas memperkirakan IHSG masih berpotensi melanjutkan fase koreksinya setelah ditutup melemah 0,98% ke level 6.116. Koreksi tersebut juga disertai dengan munculnya tekanan jual, meski pergerakan indeks masih mampu bertahan di atas level rata-rata pergerakan 20 hari (MA20).
Secara teknikal, posisi IHSG diperkirakan masih berada pada bagian dari wave (b) dari wave [iv], sehingga peluang pelemahan lanjutan masih terbuka. Dalam skenario ini, IHSG diproyeksikan menguji area 5.723 hingga 5.972 sebagai zona koreksi terdekat.
Baca Juga: IHSG Berpotensi Lanjut Koreksi, Intip Rekomendasi Saham Hari Ini
Baca Juga: Tekanan Jual Mengganas, IHSG Jatuh ke Level 6.116
"Kami perkirakan, IHSG rawan melanjutkan koreksinya untuk menguji rentang area 5.723-5.972," tulis riset MNC Sekuritas sebagaimana dikutip Warta Ekonomi, Selasa (23/6/2026).
Meski demikian, prospek penguatan belum sepenuhnya tertutup. Setelah menyelesaikan fase koreksinya, IHSG masih memiliki peluang untuk kembali menguat dengan target berada di kisaran 6.548 hingga 6.782.
Untuk perdagangan selanjutnya, pelaku pasar dapat mencermati area support di level 5.784 dan 5.594, sementara area resistance berada pada level 6.286* dan 6.459.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: