Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Netizen Heboh! Dua Aib Besar Terbongkar: Demo MBG Dibayar Rp100 Ribu, BEM UBK Diduga Suap Rp300 Juta

        Netizen Heboh! Dua Aib Besar Terbongkar: Demo MBG Dibayar Rp100 Ribu, BEM UBK Diduga Suap Rp300 Juta Kredit Foto: Akun X @@Ika_mayl
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Platform X tengah diramaikan dua isu panas sekaligus. Pertama, pengakuan peserta aksi dukungan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mengaku menerima uang Rp100 ribu beserta hadiah. Kedua, tudingan suap terhadap mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) usai bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

        "Dalam satu hari, ada dua AIB BESAR terbongkar. Pertama pengakuan peserta demo dukungan MBG yg menerima uang Rp. 100.000 dan juga beberapa hadiah. Kedua terbongkarnya para mahasiswa yang menerima sejumlah uang ketika bertemu wapres gibran," tulis netizen dengan akun @jakarta****, dikutip Selasa (23/6).

        Ia pun merasa putus asa dengan apa yang terjadi di negeri ini. "Dan ga ada yang bisa kita lakukan," imbuhnya.

        Netizen tersebut juga menyoroti isu fantastis Rp300 juta yang diduga diterima Ketua BEM Fakultas Hukum UBK, Muhammad Abdi Maludin.

        "Ada yang menyebut angkanya sangat fantastis untuk membayar seorang extras amatir ini, 300 juta. Iya, TIGA RATUS JUTA!," ungkapnya.

        Sebelumnya, pada Senin (22/6/2026) di Monas, peserta demo dukungan MBG bernama Desy mengaku mendapat uang saku.

        “Ongkos ada lah buat jajan. Seratus (ribu rupiah) lah,” ungkap Desy secara blak-blakan saat melakukan aksi demonstrasi.

        Sedangkan pada Senin (15/6/2026), belasan mahasiswa UBK dan Universitas MH Thamrin ikut aksi di Patung Kuda, lalu diundang ke Istana Wapres untuk berdialog dengan Gibran. Usai pertemuan, muncul tudingan bahwa BEM “berbelok arah” karena menerima uang.

        Baca Juga: Pernah Kalahkan Prabowo, Jokowi Bakal Uji Kesaktian Majukan Gibran sebagai Capres?

        Tak lama kemudian, sebuah video interogasi viral memperlihatkan Ketua BEM FH UBK mengakui menerima uang, tetapi jumlahnya hanya sekitar Rp1,5–2 juta. Ia menyebut dana itu dipakai untuk logistik aksi kampus.

        Hingga kini, belum ada bukti hukum yang menunjukkan uang tersebut berasal dari Wapres Gibran atau merupakan bentuk suap langsung. Pihak kampus dan aliansi mahasiswa masih menelusuri asal-usul aliran dana tersebut.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: