Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Status Emerging Market RI Diyakini Aman, Degradasi ke Frontier Market MSCI Dinilai Berlebihan

        Status Emerging Market RI Diyakini Aman, Degradasi ke Frontier Market MSCI Dinilai Berlebihan Kredit Foto: MSCI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Peluang Indonesia diturunkan dari status Emerging Market (EM) menjadi Frontier Market (FM) oleh MSCI dinilai tidak memiliki dasar yang kuat. Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai kekhawatiran pasar terkait potensi penurunan klasifikasi tersebut berlebihan dan tidak sejalan dengan indikator yang digunakan MSCI dalam melakukan penilaian.

        Dalam riset bertajuk MSCI Update: Getting Closer to Liberation Day, Mirae Asset menegaskan tidak melihat jalur yang kredibel bagi Indonesia untuk turun ke kategori Frontier Market dalam tinjauan klasifikasi MSCI yang dijadwalkan pada 24 Juni 2026.

        Analis Mirae Asset Wilbert Arifin menyebut spekulasi mengenai potensi degradasi status Indonesia kembali menguat dalam beberapa pekan terakhir seiring penurunan bobot Indonesia di indeks MSCI Emerging Market dan sorotan terhadap aspek aksesibilitas pasar.

        Namun menurutnya, sejumlah argumen yang digunakan untuk mendukung skenario tersebut tidak cukup kuat.

        “Karena itu, kami tidak melihat adanya jalur yang kredibel bagi Indonesia untuk direklasifikasi menjadi Frontier Market, terutama mengingat berbagai perbaikan yang telah terjadi dalam beberapa bulan terakhir,” tulis Wilbert dalam risetnya.  

        Ia menilai isu kepemilikan asing yang sempat menjadi perhatian pasar justru merupakan argumen paling lemah untuk mendukung penurunan status Indonesia. Berdasarkan penilaian MSCI, Indonesia masih memperoleh skor tertinggi dalam aspek kepemilikan asing (foreign ownership level), bahkan lebih baik dibandingkan China dan India yang masih mendapat catatan perbaikan pada indikator tersebut.

        Selain itu, Wilbert menilai kekhawatiran terkait ukuran dan likuiditas pasar juga terlalu dibesar-besarkan. Dalam metodologi MSCI, syarat minimum untuk mempertahankan status Emerging Market hanya membutuhkan satu perusahaan yang memenuhi standar indeks. Sementara Indonesia saat ini masih memiliki 11 perusahaan yang memenuhi kriteria tersebut.

        Penurunan bobot Indonesia dalam MSCI Emerging Market dari 1,16% pada awal tahun menjadi sekitar 0,45% pada Mei 2026 juga dinilai lebih mencerminkan pelemahan harga saham dibandingkan adanya pelanggaran terhadap kriteria klasifikasi pasar.

        Meski demikian, ia mengakui MSCI memang menurunkan penilaian Indonesia pada aspek information flow dalam Market Accessibility Review 2026. Skor indikator tersebut turun dari “+” menjadi “-”, yang berarti masih memerlukan perbaikan. MSCI menyoroti keterbatasan transparansi struktur kepemilikan saham dan adanya perilaku perdagangan terkoordinasi yang berpotensi mengganggu pembentukan harga yang wajar di pasar.

        Kendati demikian, Mirae menilai penurunan pada satu indikator tersebut tidak mengejutkan karena telah disampaikan MSCI sejak Januari lalu dan tidak mencerminkan memburuknya aksesibilitas pasar secara keseluruhan.

        Dalam tinjauan terbaru, hanya indikator information flow yang mengalami penurunan. Sementara 17 indikator lainnya tetap tidak berubah, termasuk aspek keterbukaan kepemilikan asing, arus modal, infrastruktur pasar, mekanisme perdagangan, hingga stabilitas kerangka kelembagaan.

        Baca Juga: Jelang Vonis MSCI, IHSG Merah dan 398 Saham Terkapar

        Baca Juga: Hasil Review MSCI Kurangi Ketidakpastian, Arah IHSG Masih Tunggu Putusan 23 Juni

        Wilbert juga mencatat MSCI telah mengakui adanya kemajuan reformasi pasar modal yang sedang dijalankan Indonesia. Perbaikan tersebut dinilai sudah mulai tercermin dalam proses rebalancing indeks pada Mei 2026.

        Berdasarkan kondisi tersebut, Mirae memperkirakan MSCI akan mempertahankan status Indonesia sebagai Emerging Market dalam pengumuman Market Classification Review pekan ini.

        “Kami memperkirakan tinjauan MSCI pekan depan akan mengonfirmasi status Indonesia sebagai Emerging Market,” tambah Wilbert. 

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Annisa Nurfitri
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: