Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Hasil Review MSCI Kurangi Ketidakpastian, Arah IHSG Masih Tunggu Putusan 23 Juni

Hasil Review MSCI Kurangi Ketidakpastian, Arah IHSG Masih Tunggu Putusan 23 Juni Kredit Foto: Uswah Hasanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Hasil Global Market Accessibility Review 2026 yang dirilis Morgan Stanley Capital International (MSCI) belum mengubah pandangan terhadap proses normalisasi pasar saham Indonesia. Meski Indonesia memperoleh dua catatan negatif dari 18 kriteria yang dinilai, risiko terburuk berupa penurunan status ke Frontier Market dinilai berkurang, sementara arah pemulihan pasar masih akan ditentukan melalui keputusan klasifikasi MSCI pada 23 Juni 2026.

Dalam laporan yang terbit pada 19 Juni 2026, MSCI menilai aksesibilitas pasar modal Indonesia berdasarkan 18 kriteria dalam lima kategori. Indonesia memperoleh tanda minus pada aspek Foreign Exchange Market Liberalization dan Information Flow, sedangkan 16 kriteria lainnya tetap mendapat penilaian positif.

Menurut analisis Henan Sekuritas dan Henan Asset, hasil tersebut lebih banyak mempertahankan kondisi yang telah diketahui pasar dibanding menghadirkan perubahan fundamental baru terhadap prospek pasar modal domestik.

Aspek Foreign Exchange Market Liberalization dinilai bukan temuan baru karena berkaitan dengan keterbatasan pasar valuta asing offshore dan kewajiban keterkaitan transaksi valas dengan transaksi efek yang selama ini telah menjadi bagian dari kebijakan stabilisasi rupiah. Sementara itu, perubahan utama muncul pada aspek Information Flow yang mencerminkan kekhawatiran MSCI terhadap transparansi kepemilikan saham dan indikasi aktivitas perdagangan terkoordinasi yang berpotensi mengganggu mekanisme pembentukan harga yang wajar.

Meski demikian, laporan tersebut belum menjadi keputusan final mengenai klasifikasi pasar Indonesia. MSCI baru akan mengumumkan hasil Annual Market Classification Review pada 23 Juni 2026 yang akan menentukan apakah Indonesia tetap berada dalam kelompok Emerging Market.

Henan menilai posisi Indonesia masih relatif kuat dibanding sejumlah negara berkembang lainnya. Dari 18 indikator yang digunakan MSCI, hanya dua yang memperoleh penilaian negatif sehingga posisi Indonesia dinilai masih sejalan dengan karakteristik pasar Emerging Market.

Dari sisi pasar, IHSG dibuka pada level 6.161,46 pada 19 Juni 2026, lebih tinggi dibanding posisi awal pekan di level 6.118,72. Pergerakan tersebut menunjukkan pasar telah mengantisipasi sebagian besar ketidakpastian menjelang rilis laporan MSCI dan kini memasuki fase penyesuaian ulang ekspektasi investor.

Henan mempertahankan pandangan bahwa pasar saat ini masih berada dalam proses konfirmasi fase normalisasi atau Normalization Phase pada Siklus 8, dengan titik terendah (trough) yang diklaim telah terbentuk pada 8 Juni 2026 di level 5.324,14. Berdasarkan perhitungan historis, target teknikal retracement 50% fase normalisasi berada di level 7.229,42 atau sekitar 17,3% di atas posisi pembukaan IHSG pada 19 Juni.

Baca Juga: Airlangga: Catatan MSCI Menegaskan Fundamental Ekonomi RI Tetap Kuat

Baca Juga: OJK Akui Dua Aspek Pasar Modal RI Masih Dapat Nilai Merah dari MSCI

Baca Juga: MSCI Turunkan Penilaian Indonesia, Ini Biang Keroknya!

Lembaga tersebut juga membandingkan kondisi saat ini dengan sejumlah siklus koreksi pasar sebelumnya. Skenario yang dinilai paling positif adalah apabila MSCI mempertahankan Indonesia dalam kategori Emerging Market tanpa syarat tambahan, seperti yang terjadi saat Indonesia memperoleh status investment grade dari Fitch Ratings pada 2011 yang mempercepat pemulihan pasar saham. Sebaliknya, apabila keputusan MSCI masih menyisakan syarat tambahan atau penundaan, proses normalisasi diperkirakan berlangsung lebih lambat dan lebih bergantung pada perbaikan struktural domestik.

Henan menilai hasil review MSCI saat ini setidaknya telah mengurangi ketidakpastian pasar, khususnya terhadap skenario penurunan status Indonesia menjadi Frontier Market yang sebelumnya dikhawatirkan dapat memicu arus keluar dana pasif global. Namun, kepastian arah pasar tetap bergantung pada keputusan klasifikasi yang akan diumumkan MSCI pada 23 Juni mendatang.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri