Kredit Foto: Uswah Hasanah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,25% ke level 6.096,50 pada perdagangan Senin (23/6/2026), sehari menjelang pengumuman MSCI Market Classification Review yang dijadwalkan pada 24 Juni 2026. Pelaku pasar menanti keputusan MSCI terkait status Indonesia, apakah tetap berada dalam kategori Emerging Market (EM) atau turun menjadi Frontier Market.
Pelemahan indeks terjadi di tengah dominasi aksi jual yang tercermin dari 398 saham ditutup melemah, sementara hanya 294 saham menguat dan 267 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat Rp32,61 triliun dengan volume perdagangan mencapai 39,50 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 1,746 juta kali.
Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di rentang 5.993,04 hingga 6.121,78. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia tercatat sebesar Rp10.688 triliun.
Sentimen MSCI menjadi perhatian investor setelah lembaga penyedia indeks global tersebut dalam tinjauan sebelumnya menyoroti sejumlah isu aksesibilitas pasar Indonesia, termasuk transparansi struktur kepemilikan saham, kualitas arus informasi kepada investor, serta efektivitas mekanisme pembentukan harga di pasar.
Dari sisi sektoral, saham teknologi menjadi pemberat utama indeks setelah turun 1,05%. Sektor keuangan juga melemah 0,62%, diikuti sektor energi yang terkoreksi 0,61% dan sektor transportasi yang turun 0,15%.
Di tengah tekanan tersebut, sektor kesehatan menjadi penopang utama pasar dengan kenaikan 3,97%. Sektor properti menguat 1,54%, sektor barang baku naik 0,49%, sektor industri bertambah 0,46%, dan sektor infrastruktur menguat 0,27%.
Pada kelompok saham berkapitalisasi besar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang memiliki kapitalisasi pasar terbesar senilai Rp747 triliun turun 1,61% ke level 6.125. Pelemahan juga terjadi pada PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang anjlok 9,85% ke level 11.900 meski masih memiliki kapitalisasi pasar sekitar Rp396 triliun.
Baca Juga: Hasil Review MSCI Kurangi Ketidakpastian, Arah IHSG Masih Tunggu Putusan 23 Juni
Baca Juga: Airlangga: Catatan MSCI Menegaskan Fundamental Ekonomi RI Tetap Kuat
Baca Juga: MSCI Kasih Sederet PR ke Direksi Baru BEI dan OJK
Sebaliknya, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menguat 0,54% ke level 3.690 dengan kapitalisasi pasar Rp493 triliun. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) juga naik 1,39% ke level 2.910 dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp436 triliun.
Di jajaran saham penguat, PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD) memimpin kenaikan dengan lonjakan 33,71%, disusul PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) yang naik 25% dan PT Pratama Widya Tbk (PTPW) yang menguat 24,74%.
Sementara itu, PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) menjadi saham dengan pelemahan terdalam setelah turun 14,84%. PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) melemah 14,81% dan PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (CEKA) terkoreksi 14,06%.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: