Kredit Foto: Ist
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi sorotan setelah muncul dugaan sejumlah pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bung Karno (UBK) menerima uang usai bertemu dengannya dalam rangkaian aksi unjuk rasa pada 15 Juni lalu.
Dugaan tersebut mendapat tanggapan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan. Ketua DPP PDIP Deddy Yevry Sitorus menilai isu itu justru membantah tudingan yang selama ini menyebut PDIP berada di balik aksi mahasiswa.
“Kalau melihat kasus UBK itu kan terlihat bahwa memang yang menunggangi itu ya Mas Wapres,” kata Deddy, Rabu (24/6).
Meski demikian, Deddy mengaku tidak ingin berspekulasi mengenai apakah dugaan pemberian uang tersebut dilakukan atas arahan langsung Gibran atau merupakan inisiatif pihak-pihak di sekitarnya. Namun, ia menilai praktik semacam itu sulit terjadi tanpa adanya instruksi dari tingkat yang lebih tinggi.
Deddy juga mengingatkan agar semua pihak berhati-hati dalam melontarkan tuduhan dan tidak menyampaikan klaim tanpa dasar yang jelas.
Baca Juga: PDIP Desak Wapres Gibran Klarifikasi Dugaan Aliran Dana Terkait Pengalihan Demo Mahasiswa
Di sisi lain, polemik dugaan pemberian uang itu memicu reaksi dari kalangan internal Universitas Bung Karno. Sejumlah mahasiswa menuntut agar lima pengurus BEM yang disebut menerima uang diberikan sanksi. Tuntutan tersebut mencakup pemberian nilai E untuk mata kuliah Ajaran Bung Karno serta pengembalian dana bantuan KIP Kuliah yang diterima.
Sementara itu, pihak Istana melalui Wakil Menteri Sekretaris Negara Bambang Eko Suhariyanto menyatakan akan memantau perkembangan kasus tersebut terlebih dahulu. Selain itu, Polda Metro Jaya juga didorong untuk memberikan klarifikasi terkait isu yang turut mengaitkan aparat kepolisian, meski hingga kini belum ada pernyataan resmi yang disampaikan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat