Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bahlil Ngaku Sabtu-Minggu Tetap Kerja, Mengklaim: Biarlah Sakitnya Kami di Kabinet, Rakyat Tidak Boleh Sakit

        Bahlil Ngaku Sabtu-Minggu Tetap Kerja, Mengklaim: Biarlah Sakitnya Kami di Kabinet, Rakyat Tidak Boleh Sakit Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan upaya pemerintah menjaga agar harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak mengalami kenaikan di tengah tekanan ekonomi global dan fluktuasi harga minyak dunia.

        Untuk menutup beban subsidi tersebut, pemerintah menerapkan kebijakan subsidi silang dengan memanfaatkan tambahan penerimaan negara dari kenaikan royalti sektor pertambangan serta minyak dan gas bumi (migas).

        "Saya enggak kehilangan akal lagi. Saya putar lagi otak. Saya naikkan royalti daripada nikel dan batu bara dan komoditas lain itu dapat tambahan 30 sampai 35 triliun. Jadi totalnya sudah 160 triliun dari sektor SDM (Sumber Daya Mineral) untuk menambal penambahan subsidi dari ketidaknaikan harga BBM. Sisanya baru melakukan efisiensi dari tempat lain," ujar Bahlil di Jakarta, Kamis (25/6/2026).

        Bahlil juga mengatakan jajaran kabinet di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terus memantau kondisi energi nasional, termasuk ketersediaan dan stabilitas harga BBM.

        Menurutnya, pembahasan terkait energi bahkan kerap dilakukan pada akhir pekan karena dianggap sebagai kebutuhan vital masyarakat.

        "Tapi kami anggota kabinet di bawah pimpinan Bapak Presiden Prabowo itu hari Sabtu Minggu nggak ada hari libur. Nanya terus barang ini, apalagi menyangkut BBM. Kadang-kadang kita tidur pun ngigo (mengigau) BBM, BBM, BBM. Ngigo Pak!," kata Bahlil.

        Ketua Umum Partai Golkar itu juga melontarkan candaan mengenai kesibukannya mengurus persoalan BBM yang disebut sampai terbawa ke dalam mimpi.

        Ia bercerita sempat bercanda kepada istrinya karena khawatir terus mengigau soal BBM saat tidur.

        "Bulan puasa pisah kamar saya sama istri. 'Kau jangan dekat-dekat saya dulu.' Saya bilang, 'Pusing saya ngigo BBM'. Kan celaka nanti kan? Bahaya Pak," ujarnya yang disambut tawa hadirin.

        Meski mengaku menghadapi tekanan besar dalam menjaga anggaran subsidi energi, Bahlil menegaskan pemerintah berupaya agar masyarakat tidak terbebani oleh kenaikan harga BBM.

        "Jadi, biarlah sakitnya itu kami di anggota kabinet. Rakyat itu biar tidak boleh sakit tentang ketersediaan gitu," pungkasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: