Diakui Wakilnya Trump, Amerika Pakai Taktik Perang Vietnam untuk Hadapi Iran
Kredit Foto: Istimewa
Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance mengakui pemerintahannya mengambil pelajaran dari pengalaman Amerika Serikat dalam Perang Vietnam saat merumuskan strategi menghadapi Iran. Menurutnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sengaja membatasi tujuan operasi agar tidak berubah menjadi perang berkepanjangan.
Vance menyinggung warisan kebijakan luar negeri Presiden AS ke-37 Richard Nixon, terutama terkait penanganan Perang Vietnam. Menurut Vance, salah satu pelajaran terpenting dari era tersebut adalah pentingnya bertindak dari posisi yang kuat, namun tetap memiliki tujuan yang jelas dan terbatas.
Baca Juga: Tak Akan Diungkap Jokowi, Sosok 'Orang Kuat' di Balik Dokter Tifa dan Roy Suryo Jadi Misteri
"Berbeda antara lari meninggalkan medan dan menetapkan tujuan secara jelas, mencapainya, lalu memastikan misi itu tidak berkembang hingga mengubah kemenangan menjadi kekalahan," kata Vance, dikutip Jumat (26/6).
Ia menjelaskan, Trump sejak awal telah menetapkan sasaran yang spesifik dalam menghadapi Iran dan berusaha keras agar operasi tersebut tidak melebar ke tujuan lain di luar target utama.
Vance mengungkapkan selama beberapa pekan terakhir Gedung Putih justru mendapat banyak tekanan, termasuk dari kalangan yang selama ini dianggap sebagai sekutu politik mereka agar memperluas ruang lingkup operasi terhadap Iran. Menurutnya, berbagai pihak terus mendorong perubahan misi yang telah ditetapkan Donald Trump.
"Saya melihat dalam beberapa minggu terakhir, bahkan kritik dari teman-teman kami sendiri, mereka terus mencoba mengubah misi yang sejak awal ditetapkan Donald Trump," ujarnya.
Namun, Vance menegaskan Trump memilih untuk tidak mengikuti tekanan tersebut.
Ia menilai keberhasilan kebijakan Trump justru berasal dari konsistensinya mempertahankan tujuan awal tanpa membiarkan operasi berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
"Saya pikir alasan Presiden begitu berhasil adalah karena dia menolak mengikuti dorongan tersebut," kata Vance.
Pernyataan itu menjadi gambaran terbaru mengenai pendekatan Trump dalam menangani konflik Iran. Alih-alih memperluas operasi militer, Gedung Putih berupaya menjaga agar setiap langkah tetap berada dalam koridor sasaran yang telah ditetapkan sejak awal.
Baca Juga: Pemerintah Cium 'Permainan' di Balik Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa: Masa Habis di Bulan Enam?
Strategi tersebut juga menjadi dasar dalam proses negosiasi damai yang kini tengah berlangsung antara Washington dan Teheran, di mana pemerintahan Trump berupaya mengakhiri konflik tanpa terjebak dalam perang jangka panjang seperti yang pernah dialami Amerika Serikat di Vietnam.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: