Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        3 Peserta Latihan Militer Kopdes Merah Putih Meninggal, KSP Dudung Bantah Ada Kelalaian

        3 Peserta Latihan Militer Kopdes Merah Putih Meninggal, KSP Dudung Bantah Ada Kelalaian Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Meninggalnya tiga peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) saat mengikuti latihan dasar kemiliteran (latsarmil) terus menjadi sorotan publik.

        Di tengah munculnya berbagai spekulasi, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman akhirnya angkat bicara terkait penyebab insiden tersebut.

        Dudung memastikan pemerintah tetap melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan latihan. Namun, berdasarkan informasi yang diterimanya hingga saat ini, belum ditemukan adanya unsur kelalaian yang menyebabkan tiga peserta meninggal dunia.

        Meski begitu, evaluasi terhadap latihan dasar kemiliteran bagi calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) akan terus dilakukan setelah muncul laporan meninggalnya tiga peserta.

        "Ada latihan militer yang memang sedang dievaluasi dan mendapat informasi dari Sesneg belum ada tingkat kelalaiannya. Karena memang ya namanya meninggal mungkin kan tidak serta-merta latihan militer," kata Dudung, dikutip dari Antara, Jumat (26/6/2026).

        Baca Juga: Sudah 3 Peserta Meninggal, Anak Buah Prabowo Buka Suara soal Latihan Militer Kopdes Merah Putih

        Ia menilai masih ada kemungkinan ketiga peserta memiliki riwayat kesehatan tertentu yang turut memengaruhi kondisi mereka. Dudung juga menegaskan bahwa latihan dasar kemiliteran dalam program SPPI bukan termasuk pelatihan dengan tingkat intensitas yang berat.

        Meski begitu, pemerintah tidak akan menghentikan proses evaluasi. Seluruh tahapan pelatihan akan terus dikaji agar sesuai prosedur sekaligus mengutamakan aspek keselamatan peserta.

        "Mudah-mudahan ke depannya apapun pelatihan ini harus sesuai dengan prosedur. Faktor keselamatan yang harus diutamakan sehingga tidak menimbulkan korban," ungkap dia.

        Diketahui, salah satu peserta yang meninggal adalah Anisa Muyassaroh, yang mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan. Pada 18 Juni, Anisa sempat mengalami gangguan kesehatan dan memperoleh penanganan medis di fasilitas kesehatan satuan sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit.

        Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, Anisa dinyatakan meninggal dunia akibat heat stroke.

        Baca Juga: Badai PHK Mengintai, Apa Upaya Pemerintah?

        Korban kedua adalah Yonanda Muhammad Taufiq yang menjalani pendidikan di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja. Yonanda mengalami penurunan kondisi kesehatan pada 17 Juni dan sempat ditangani tenaga kesehatan satuan sebelum dibawa ke rumah sakit.

        Namun, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia akibat serangan jantung atau henti jantung.

        Belakangan, jumlah korban kembali bertambah setelah peserta bernama Novia Rahmadhani Sihotang dilaporkan meninggal dunia. Dengan demikian, total peserta SPPI yang meninggal dunia selama mengikuti latihan dasar kemiliteran kini menjadi tiga orang.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: