Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pakistan Ogah 'Berjabat Tangan' dengan Israel usai Damaikan Iran-Amerika: Kami Tidak Mengakui Mereka

        Pakistan Ogah 'Berjabat Tangan' dengan Israel usai Damaikan Iran-Amerika: Kami Tidak Mengakui Mereka Kredit Foto: Reuters/Akhtar Soomro
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah Pakistan tidak akan mengubah sikap politik luar negerinya terhadap Israel. Islamabad memastikan tetap menolak mengakui mereka meski telah berhasil memediasi kesepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat (AS).

        Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, Zahid Hafeez Chaudhri menekankan bahwa posisi negaranya tidak akan berubah terhadap konflik Israel-Palestina.

        Baca Juga: Dihantam Gempa, Perang Tak Hentikan Iran untuk Membantu Tetangga Amerika: Kami Bersama dengan Kalian

        "Kami percaya bahwa kami tidak mengakui Israel. Kami tidak akan mengakui mereka sampai selesainya masalah Palestina," kata Zahid, dikutip Sabtu (27/6).

        Menurut Zahid, Pakistan akan terus memberikan dukungan penuh baik secara diplomatik, politik maupun moral kepada Palestina. Sikap tersebut, kata dia, merupakan prinsip yang selama ini dipegang Islamabad di Timur Tengah.

        Alasan Pakistan belum mengakui wilayah tersebut berkaitan dengan situasi yang masih dialami rakyat Palestina. Hal itu termasuk pendudukan wilayah dan konflik yang belum berakhir.

        Pakistan juga tetap mendukung penyelesaian konflik melalui solusi dua negara, yang selama ini menjadi pendekatan utama komunitas internasional. Palestina dan Israel diharapkan dapat hidup berdampingan secara damai sebagai dua negara yang saling mengakui kedaulatan masing-masing.

        "Baik Palestina maupun Israel perlu hidup dalam damai dan harmoni satu sama lain, tetapi hal itu bisa dicapai melalui negara yang merdeka berdasarkan perbatasan sebelum tahun 1967 dan Yerusalem Timur di Palestina," ujarnya.

        Pernyataan Pakistan menjadi perhatian karena disampaikan di tengah meningkatnya peran diplomatik negara itu di kawasan. Islamabad sebelumnya dipercaya menjadi mediator dalam proses negosiasi yang menghasilkan kesepakatan damai sementara antara Iran dan Amerika Serikat.

        Namun Pakistan menegaskan keberhasilan diplomasi tersebut tidak berkaitan dengan perubahan sikap terhadap Israel.

        Sikap Islamabad juga muncul ketika munculnya konflik Israel-Palestina. Agresi Israel ke Gaza membuat korban jiwa dan kerusakan infrastruktur terus bertambah, sementara isu pendudukan wilayah juga masih menjadi sorotan dunia internasional.

        Baca Juga: Pemerintah Cium 'Permainan' di Balik Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa: Masa Habis di Bulan Enam?

        Pakistan dengan hal tersebut menegaskan bahwa normalisasi hubungan dengan negara terkait bukan menjadi bagian dari agenda diplomatiknya selama persoalan kemerdekaan belum didapatkan oleh Palestina.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: