Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Update Gempa Venezuela, 920 Orang Tewas dan 50 Ribu Dilaporkan Hilang

        Update Gempa Venezuela, 920 Orang Tewas dan 50 Ribu Dilaporkan Hilang Kredit Foto: Unsplash/Jens Aber
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Jumlah korban tewas akibat gempa kembar yang mengguncang Venezuela kembali bertambah. Pemerintah setempat melaporkan sedikitnya 920 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut.

        Sebanyak 3.360 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka. Sebanyak 172 orang juga diyakini masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

        Dua gempa berkekuatan Magnitudo 7,2 dan Magnitudo 7,5 mengguncang wilayah dekat pesisir Karibia pada Rabu (24/6/2026). Gempa tersebut merobohkan banyak bangunan dan merusak bandara utama Venezuela.

        Fenomena itu dikategorikan sebagai gempa kembar atau doublet oleh Survei Geologi Amerika Serikat (USGS). Bencana tersebut memicu kerusakan luas di sejumlah wilayah.

        Pemerintah juga menyebut lebih dari 50 ribu orang masih dinyatakan hilang. Proses pencarian korban masih terus berlangsung di berbagai lokasi terdampak.

        Warga di sejumlah daerah mengeluhkan lambatnya distribusi bantuan. Relawan bahkan dilaporkan membongkar puing bangunan dengan tangan kosong karena minimnya alat berat.

        Kemarahan warga memuncak saat Presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez mengunjungi kawasan terdampak. Sejumlah warga meneriakkan protes karena merasa pemerintah terlambat memberikan bantuan.

        "Pemerintah tidak melakukan apa pun untuk rakyat."

        Teriakan itu disampaikan warga saat Delcy Rodriguez mengunjungi kawasan terdampak gempa di Caracas, Sabtu (27/6/2026).

        Baca Juga: Venezuela Berduka, Korban Tewas Akibat Gempa Bertambah Jadi 32 Orang

        Korban gempa juga berasal dari berbagai negara. Sedikitnya 19 warga negara asing dipastikan meninggal dunia dalam bencana tersebut.

        Korban asing itu terdiri dari sembilan warga Portugal, lima warga Spanyol, dua warga Brasil, dua warga China, dan satu warga Italia-Venezuela. Pemerintah Portugal dan Spanyol juga melaporkan masih banyak warganya yang belum diketahui keberadaannya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: