Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        OpenAI Tunda IPO hingga 2027, Anthropic Berpeluang Salip Lebih Dulu

        OpenAI Tunda IPO hingga 2027, Anthropic Berpeluang Salip Lebih Dulu Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        OpenAI dilaporkan menunda rencana penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) hingga 2027. Penundaan tersebut membuka peluang bagi pesaingnya, Anthropic, menjadi perusahaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) pertama yang melantai di bursa, meski kedua perusahaan sama-sama telah mengajukan dokumen secara rahasia kepada Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC).

        Laporan Bloomberg yang mengutip sumber yang mengetahui pembahasan tersebut menyebut Anthropic tengah mempertimbangkan IPO paling cepat pada Oktober 2026. Sementara itu, OpenAI memilih menggeser jadwal pencatatan saham yang sebelumnya diperkirakan berlangsung pada musim gugur tahun ini.

        Menurut laporan tersebut, tingginya volatilitas saham-saham teknologi menjadi salah satu pertimbangan utama OpenAI untuk menunda aksi korporasi tersebut. Meski demikian, pembahasan masih berlangsung dan jadwal IPO masih dapat berubah sesuai kondisi pasar.

        Hingga saat ini, OpenAI belum mengumumkan jadwal resmi pencatatan saham. Perusahaan yang dipimpin Sam Altman itu juga menegaskan bahwa pengajuan dokumen secara rahasia kepada SEC tidak berarti perusahaan akan segera melaksanakan IPO.

        Keputusan tersebut diambil ketika perusahaan-perusahaan AI membutuhkan pendanaan dalam jumlah besar untuk mendukung pengembangan model kecerdasan buatan, memperluas kapasitas komputasi, serta membangun infrastruktur pusat data (data center).

        Untuk mempersiapkan rencana pencatatan saham, OpenAI telah menunjuk Goldman Sachs dan Morgan Stanley sebagai penasihat keuangan.

        Di sisi lain, perusahaan menilai sejumlah agenda strategis masih lebih mudah dijalankan dengan tetap berstatus perusahaan tertutup (private company). Namun, OpenAI tetap membuka kemungkinan mempercepat IPO apabila kondisi dinilai lebih mendukung.

        Sebelumnya, OpenAI berhasil merampungkan putaran pendanaan (fundraising) senilai US$122 miliar pada awal 2026 yang mengerek valuasi perusahaan menjadi sekitar US$852 miliar. Pendanaan tersebut memperkuat posisi OpenAI sebagai salah satu perusahaan teknologi swasta dengan valuasi terbesar di dunia.

        Baca Juga: OpenAI Masih Bakar Uang, Rugi Capai Rp327 Triliun

        Baca Juga: AS Mendadak Blokir Dua AI Terkuat Anthropic, Ada Apa?

        Baca Juga: IPO SpaceX, OpenAI, dan Anthropic Berpotensi Sedot Likuiditas Pasar Kripto

        Laporan mengenai potensi penundaan IPO juga memengaruhi sentimen pasar. Sejumlah saham perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan OpenAI, seperti Goldman Sachs, Morgan Stanley, SoftBank, dan Oracle, tercatat melemah setelah kabar tersebut beredar.

        Sementara itu, Anthropic terus memperkecil jarak dengan OpenAI setelah mencatat pertumbuhan pendapatan yang pesat. Kinerja tersebut ditopang meningkatnya adopsi produk Claude AI, terutama untuk kebutuhan pengembangan perangkat lunak (software development).

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Annisa Nurfitri
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: