Kredit Foto: Istimewa
Ledakan popularitas ChatGPT dan berbagai layanan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) belum mampu membawa OpenAI mencetak keuntungan. Sepanjang 2025, perusahaan yang dipimpin Sam Altman itu membukukan rugi operasional sebesar US$20,1 miliar meski pendapatannya mencapai US$13,1 miliar.
Data yang diungkap jurnalis teknologi Ed Zitron dan telah diverifikasi oleh Financial Times menunjukkan tingginya biaya pengembangan teknologi AI masih menjadi tantangan utama bagi perusahaan-perusahaan di sektor tersebut.
Sebagian besar pengeluaran OpenAI berasal dari investasi besar-besaran untuk memperkuat kemampuan model AI dan memperluas bisnisnya. Sepanjang 2025, perusahaan menghabiskan sekitar US$20 miliar untuk riset dan pengembangan (research and development/R&D), sementara biaya penjualan dan pemasaran mencapai US$5,7 miliar.
Besarnya pengeluaran tersebut menjadikan OpenAI sebagai salah satu perusahaan teknologi dengan tingkat pembakaran kas (cash burn) tertinggi saat ini.
Di sisi lain, laporan keuangan perusahaan menunjukkan rugi bersih mencapai US$38,5 miliar pada 2025, melonjak tajam dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut Financial Times, lonjakan tersebut terutama dipengaruhi perubahan struktur OpenAI dari organisasi nirlaba menjadi entitas berorientasi profit.
Perubahan itu mengharuskan perusahaan melakukan penyesuaian akuntansi terhadap berbagai instrumen investasi yang dimiliki investor awal. Akibatnya, OpenAI membukukan beban akuntansi senilai US$41,6 miliar yang tidak berkaitan langsung dengan aktivitas operasional.
Meski demikian, sejumlah analis menilai kondisi keuangan OpenAI tidak seburuk yang tercermin dalam laporan laba rugi. Sebagian besar kerugian tersebut bersifat non-tunai sehingga tidak menyebabkan arus kas keluar secara langsung.
Baca Juga: IPO SpaceX, OpenAI, dan Anthropic Berpotensi Sedot Likuiditas Pasar Kripto
Baca Juga: Satu Lagi Calon Emiten Meluncur, Anak Usaha Prodia Bidik Dana Rp62 Miliar dari IPO
Bahkan, menurut sumber yang dikutip Financial Times, jika komponen non-tunai, kompensasi berbasis saham, biaya satu kali, serta kredit komputasi dari Microsoft dikeluarkan dari perhitungan, pembakaran kas riil OpenAI sepanjang 2025 diperkirakan sekitar US$8 miliar.
Posisi keuangan perusahaan juga masih ditopang cadangan kas sekitar US$25 miliar yang berasal dari berbagai putaran pendanaan investor global.
Laporan tersebut turut menunjukkan besarnya ketergantungan OpenAI terhadap investor strategis. Pada 2025, SoftBanktercatat membayar sekitar US$867 juta kepada OpenAI, sementara Microsoft menyumbang sekitar US$303 juta. Gabungan kontribusi keduanya setara hampir 9% dari total pendapatan perusahaan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: