Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Perkuat Posisi Menjelang IPO, OpenAI Bajak Otak di Balik Gemini

Perkuat Posisi Menjelang IPO, OpenAI Bajak Otak di Balik Gemini Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

OpenAI memperkuat jajaran talenta dan kebijakan strategisnya menjelang rencana penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) dengan merekrut dua nama besar di industri kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), yakni ilmuwan Google DeepMind Noam Shazeer dan mantan pejabat kebijakan AI Gedung Putih, Dean Ball.

Kehadiran keduanya dinilai mempertegas ambisi OpenAI untuk memperkuat kapabilitas teknologi sekaligus pengaruhnya dalam perumusan kebijakan AI di tengah persaingan yang semakin ketat dengan Google, Anthropic, dan Meta.

Noam Shazeer dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam pengembangan AI generatif modern dan menjadi salah satu pemimpin proyek Gemini di Google.

Shazeer telah bekerja di Google sejak 2000, kecuali selama tiga tahun ketika ia meninggalkan perusahaan untuk mendirikan startup Character AI. Pada 2024, Google kembali merekrutnya melalui kesepakatan senilai US$2,7 miliar yang memberikan akses terhadap teknologi Character AI.

Perpindahan Shazeer ke OpenAI menjadi bagian dari tren perebutan talenta yang semakin intens di antara laboratorium AI terkemuka dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, OpenAI, Google, Anthropic, dan Meta berlomba merekrut ilmuwan serta insinyur terbaik untuk memperkuat kemampuan model AI mereka.

Selain memperkuat sisi teknologi, OpenAI juga merekrut Dean Ball untuk memimpin tim baru bernama Strategic Futures. Ball sebelumnya bertugas di Gedung Putih dan terlibat dalam penyusunan America's AI Action Plan sebelum kembali ke lembaga pemikir Foundation for American Innovation sebagai senior fellow.

Melalui unggahan di platform X, Ball mengatakan akan bergabung dengan OpenAI mulai 6 Juli mendatang.

"Saya senang dan merasa terhormat mengumumkan bahwa pada 6 Juli saya akan bergabung dengan OpenAI sebagai pemimpin tim baru bernama Strategic Futures," tulis Ball.

Tim tersebut akan berada di bawah Chief Strategy Officer OpenAI Jason Kwon dan bertugas membantu manajemen perusahaan dalam merumuskan kebijakan terkait pengembangan AI tingkat lanjut.

Menurut Ball, Strategic Futures akan menangani berbagai isu strategis, mulai dari risiko katastrofik AI, potensi peningkatan kemampuan AI secara mandiri (recursive self-improvement), dampak terhadap pasar tenaga kerja, hingga hubungan antara perusahaan pengembang AI, pemerintah, dan masyarakat.

Baca Juga: IPO SpaceX, OpenAI, dan Anthropic Berpotensi Sedot Likuiditas Pasar Kripto

Baca Juga: Euforia IPO Mereda, Saham SpaceX Ambles 6% dalam Sehari

Langkah OpenAI merekrut Ball juga dipandang sebagai upaya memperkuat hubungan perusahaan dengan regulator dan pemerintah Amerika Serikat di tengah meningkatnya perhatian terhadap pengembangan AI serta persaingan geopolitik teknologi.

Di saat yang sama, persaingan industri AI juga diwarnai dinamika kebijakan pemerintah. Rival OpenAI, Anthropic, menghadapi tantangan setelah model AI terbarunya, Fable 5 dan Mythos 5, terdampak kebijakan pembatasan ekspor teknologi yang diterapkan pemerintah Amerika Serikat.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri