Kredit Foto: Istihanah
Partai Buruh diterpa gejolak internal setelah Sekretaris Jenderal Ferri Nuzarli memutuskan mengundurkan diri. Ferri mengklaim sekitar 1,3 juta anggota Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) ikut meninggalkan partai.
Ferri mengatakan keputusan tersebut diambil setelah melalui evaluasi yang panjang. Ia menyebut terdapat perbedaan pandangan yang semakin mendasar mengenai arah perjuangan partai.
"Keputusan ini bukan hal yang mudah. Namun setelah berbagai pertimbangan dan evaluasi, kami melihat sudah ada perbedaan pandangan, sikap, serta arah perjuangan yang semakin mendasar," ujar Ferri, dikutip dari Antara, Senin (29/6/2026).
Menurut Ferri, ORI merupakan salah satu organisasi pendiri Partai Buruh. Organisasi tersebut juga menjadi sayap politik KSPSI pimpinan Andi Gani yang berdiri sejak 2013.
Ferri menyebut pengunduran diri mulai berlaku sejak Jumat (26/6/2026). Seluruh pengurus ORI yang menjabat di struktur Partai Buruh juga diminta segera mengajukan surat pengunduran diri.
"Hari ini kami instruksikan seluruh jajaran ORI dan KSPSI Andi Gani yang menjadi pengurus Partai Buruh untuk segera membuat surat pengunduran diri sebagai syarat administrasi," katanya.
Ia mengibaratkan hubungan ORI dengan Partai Buruh seperti rumah tangga yang mengalami persoalan berkepanjangan. Menurutnya, berbagai upaya penyelesaian secara kekeluargaan tidak menghasilkan kesepakatan.
"Masalah internal sebenarnya sudah lama kami coba selesaikan secara kekeluargaan, tetapi persoalannya terus bertambah hingga akhirnya, berdasarkan evaluasi dan masukan dari seluruh daerah, kami memutuskan cukup sampai di sini," ujar Ferri.
Ferri juga mengklaim ORI bersama KSPSI merupakan organisasi inisiator terbesar di Partai Buruh. Karena itu, ia menilai pengunduran diri tersebut akan berdampak besar terhadap kekuatan partai.
"Kalau ditanya berapa persen pengaruhnya, ya otomatis separuhnya," katanya.
Presiden Partai Buruh Said Iqbal merespons santai keputusan tersebut. Ia menilai pengunduran diri kader merupakan dinamika yang biasa terjadi di internal partai.
"Terhadap klaim sahabat saya tersebut, saya tidak ada komentar apalagi tentang anggota 1,3 juta tersebut. Terhadap hal lainnya, adalah hal yang biasa di Partai Buruh kalau ada yang mengundurkan diri karena ini bukan kejadian yang pertama kalinya, biasa saja," ujar Said Iqbal kepada wartawan.
Baca Juga: Gelombang PHK di Depan Mata, Said Iqbal Pilih Aksi Nyata
Said Iqbal menegaskan kondisi Partai Buruh tetap solid. Ia mengatakan partai tetap melanjutkan agenda pelantikan pengurus baru di tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten dan kota.
"Senin 29 Juni akan ada pelantikan pengurus pleno Partai Buruh pusat dan pengurus Partai Buruh di 38 provinsi dan 493 kabupaten/kota. Partai Buruh tetap solid, tidak terpengaruh dengan pengunduran diri tersebut," imbuhnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: