Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Rp1,8 Miliar Raib? Nasib Naas Kontingen Gereja Kepri Terlantar di Bandara

        Rp1,8 Miliar Raib? Nasib Naas Kontingen Gereja Kepri Terlantar di Bandara Kredit Foto: Instagram/chorister.id
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Harapan kontingen Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) untuk tampil di ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV di Manokwari, Papua Barat, berubah menjadi mimpi buruk. Tim Paduan Suara Wanita asal Tanjungpinang dipastikan gagal berangkat setelah diduga menjadi korban tiket bodong.

        Ironisnya, kegagalan tersebut terjadi meski Pemerintah Provinsi Kepri telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,8 miliar untuk keberangkatan kontingen. Bukannya tiba di lokasi perlombaan, para peserta justru terlantar di Bandara Soekarno-Hatta sebelum akhirnya batal terbang.

        Peristiwa ini menjadi sorotan setelah akun media sosial @chorister.id mengunggah kesaksian salah satu anggota tim yang mengaku mengalami penelantaran akibat tiket yang ternyata tidak berlaku.

        "Kami tim Paduan Suara Wanita Kepri dari Kota Tanjungpinang mengalami penelantaran dengan tiket bodong. Kami semestinya diberangkatkan hari Rabu, 24 Juni 2026, jam 4 sore. Namun, tiket yang dipesan oleh LPPD Kepri melalui travel (Vivi dan Hendra) ternyata tidak valid," tulis akun tersebut.

        Baca Juga: Inflasi Kepri Mei 2026 Tembus 3,92 Persen, BI Ungkap Penyebab Utamanya

        Kegagalan keberangkatan itu diduga dipicu oleh kelalaian panitia Lembaga Pengembangan Pembinaan dan Pelatihan Daerah (LPPD) Kepri yang disebut tidak melakukan pengecekan ulang terhadap tiket. Selain itu, muncul dugaan penipuan yang dilakukan oleh pihak travel yang menangani pemesanan.

        Masalah mulai terungkap ketika seluruh peserta diberi tahu bahwa tiket keberangkatan kontingen Kepri, yang terdiri dari tiga kategori penerbangan dari Batam menuju Jakarta hingga Manokwari, ternyata merupakan tiket bodong.

        Padahal, jadwal keberangkatan mereka sudah ditetapkan pada 24 Juni 2026. Menyadari situasi tersebut, para peserta langsung berupaya menghubungi panitia LPPD dengan harapan masih bisa diberangkatkan pada 25 Juni agar tetap mengikuti perlombaan.

        Pihak travel sempat memberikan harapan dengan menjanjikan keberangkatan pada keesokan harinya. Namun hingga mendekati jadwal penerbangan, para peserta belum juga menerima nomor kode booking maupun e-tiket yang sah.

        Baru sekitar pukul 14.30 WIB mereka memperoleh kode booking untuk rute Batam–Jakarta, sedangkan tiket lanjutan menuju Manokwari masih belum jelas.

        Akibat kondisi tersebut, rombongan akhirnya diberangkatkan secara terpisah dalam dua sesi penerbangan menuju Jakarta, yakni pukul 16.30 WIB dan 19.00 WIB.

        Sesampainya di Jakarta, kepastian penerbangan lanjutan kembali tak kunjung diperoleh. Para peserta bahkan diarahkan berpindah-pindah dari Terminal 2 ke Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, serta diminta berganti maskapai dari Batik Air ke Garuda Indonesia.

        Baca Juga: Berawal dari Kasus Gading Gajah, Polda Riau Ungkap Aliran Dana Pencucian Uang Rp1,8 Miliar

        Puncak kekecewaan terjadi ketika mereka tiba di Terminal 3. Pihak maskapai menyampaikan bahwa waktu check-in bagasi sudah ditutup. Setelah dilakukan pengecekan lebih lanjut, diketahui bahwa kode booking yang dimiliki peserta ternyata belum dibayarkan oleh pihak travel sehingga tiket tidak dapat digunakan.

        "Di situ waktu terakhir kami yang tidak mungkin lagi bisa berangkat. Kami mendesak pertanggungjawaban travel, namun mereka tidak mampu memberikan tiket," ujarnya.

        Kegagalan tersebut membuat tim Paduan Suara Wanita Kepri kehilangan kesempatan tampil di Pesparawi Nasional XIV yang tahun ini mengusung tema “Aku Hendak Memuji TUHAN Pada Segala Waktu” (Mazmur 34:2a) dengan subtema “Puji-Pujian Membawa Perdamaian dan Persaudaraan di Tanah Papua.”

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: