Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pemerintah Mulai Lirik Susu Impor untuk MBG, Produk Belarus Punya Potensi Menguntungkan

        Pemerintah Mulai Lirik Susu Impor untuk MBG, Produk Belarus Punya Potensi Menguntungkan Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Meski Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diproyeksikan menyerap produk dalam negeri, pemerintah mulai menjajaki peluang impor produk susu dari Belarus guna menambah pasokan susu untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.

        Mengutip ANTARA, rencana tersebut dibahas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat bertemu Deputi Perdana Menteri Republik Belarus Viktor Karankevich di Jakarta, Selasa, di sela Indonesia-Belarus Business Forum and Business Matching.

        Penjajakan impor susu menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama ekonomi Indonesia dan Belarus, yang juga mencakup sektor pertanian, industri, kesehatan, pendidikan, serta perdagangan.

        Selain produk susu, kedua negara membahas penguatan kerja sama di sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi modern. Belarus menyatakan kesiapan berbagi pengalaman dalam mekanisasi pertanian, termasuk pengembangan mesin pertanian, alat panen, transportasi pertanian, transfer teknologi, hingga pembangunan fasilitas perakitan lokal.

        Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut hasil Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-8 Indonesia-Belarus sekaligus menjadi langkah persiapan implementasi berbagai kesepakatan strategis yang telah dibangun kedua negara.

        Airlangga mengatakan Indonesia ingin mendorong kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi kedua negara melalui investasi bersama, pengembangan industri, dan peningkatan perdagangan bilateral. Menurutnya, pengembangan proyek-proyek strategis yang dapat segera direalisasikan menjadi salah satu fokus dalam hubungan ekonomi Indonesia dan Belarus.

        Di sektor industri, kedua negara juga membahas peluang pengembangan investasi, pembangunan fasilitas produksi dan perakitan lokal, serta alih teknologi. Sejumlah perusahaan Belarus, yakni MAZ, BelAZ, dan Minsk Tractor Works (MTZ), dinilai memiliki peluang memperluas kerja sama di bidang kendaraan industri berat, mesin pertanian, dan manufaktur.

        Indonesia dan Belarus turut membahas percepatan implementasi Free Trade Agreement (FTA) antara Indonesia dan Eurasian Economic Union (EAEU) sebagai upaya memperluas akses pasar kedua negara.

        Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti menyebut nilai perdagangan Indonesia dengan EAEU saat ini mencapai sekitar 5,3 miliar dolar AS. Sementara itu, nilai perdagangan bilateral Indonesia-Belarus masih sekitar 221 juta dolar AS sehingga dinilai masih memiliki ruang yang besar untuk terus ditingkatkan.

        Selain kerja sama ekonomi, kedua negara menjajaki pengembangan kerja sama di bidang kesehatan melalui pertukaran pengetahuan, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta penjajakan kerja sama industri farmasi.

        Di bidang pendidikan, Airlangga menyampaikan penguatan kerja sama pendidikan menjadi salah satu prioritas pemerintah. Indonesia dan Belarus sepakat menjajaki program mobilitas mahasiswa selama satu tahun dengan target awal sekitar 100 hingga 200 mahasiswa per tahun untuk kegiatan pendidikan, pelatihan, dan riset bersama, khususnya di bidang Science, Technology, Engineering, Mathematics, and Medicine (STEMM).

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: