Korban Aturan Baru FIFA Bertambah, Bek Ekuador Diusir karena Tutup Mulut Saat Bicara, Bellingham Justru Lolos
Kredit Foto: Istimewa
Aturan baru FIFA yang melarang pemain menutup mulut saat berbicara di lapangan kembali memakan korban pada Piala Dunia 2026 setelah bek Ekuador Piero Hincapie menerima kartu merah usai melakukan gestur tersebut dalam laga melawan Meksiko, sementara aksi serupa sebelumnya dilakukan Jude Bellingham tanpa hukuman.
Insiden itu langsung menjadi sorotan karena Hincapie menjadi pemain kedua yang mendapat kartu merah akibat pelanggaran tersebut setelah gelandang Paraguay Miguel Almiron lebih dulu mengalami nasib serupa pada fase grup.
Kartu merah Hincapie muncul pada penghujung masa injury time pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Ekuador dan Meksiko yang berlangsung Rabu (1/7/2026) pagi WIB.
Saat itu, bek Arsenal tersebut terlihat berbicara dengan penyerang Meksiko, Santiago Gimenez, sambil menutup mulut menggunakan tangannya.
Wasit asal Slovenia, Slavko Vincic, tanpa ragu langsung mengeluarkan kartu merah setelah melihat tindakan Hincapie yang dinilai melanggar regulasi terbaru FIFA mengenai komunikasi antarpemain di lapangan.
Keputusan tersebut memperpanjang daftar pemain yang menjadi korban aturan baru yang mulai diterapkan sepanjang Piala Dunia 2026.
Sebelumnya, gelandang Paraguay Miguel Almiron juga mendapat hukuman identik setelah kedapatan berbicara sambil menutupi mulutnya saat pertandingan fase grup.
Namun penerapan aturan itu turut memunculkan perdebatan karena dianggap belum sepenuhnya konsisten.
Pasalnya, gelandang Inggris Jude Bellingham sempat melakukan gestur serupa ketika menghadapi Ghana pada pertandingan penyisihan grup, tetapi tidak menerima kartu maupun sanksi apa pun dari wasit.
Perbedaan perlakuan terhadap ketiga pemain tersebut memunculkan pertanyaan mengenai standar penilaian wasit dalam menerapkan aturan baru FIFA.
Di tengah polemik tersebut, Ekuador juga harus menerima kenyataan pahit tersingkir dari Piala Dunia 2026 usai kalah 0-2 dari Meksiko.
Julian Quinones membuka keunggulan Meksiko sebelum Raul Jimenez memastikan kemenangan yang membawa timnya melaju ke babak 16 besar.
Secara statistik, Ekuador sebenarnya lebih dominan dalam penguasaan bola dengan 57 persen berbanding 43 persen milik Meksiko.
Baca Juga: Meksiko Menggila! Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026 dengan Rekor Gawang 'Suci' nan Sempurna
Meski demikian, dominasi tersebut gagal dikonversi menjadi peluang berbahaya karena Ekuador hanya mampu mencatatkan satu tembakan tepat sasaran dari delapan percobaan sepanjang pertandingan.
Kartu merah yang diterima Hincapie pada menit-menit akhir pun semakin memperburuk hasil yang diterima wakil Amerika Selatan tersebut.
Kasus Hincapie kini kembali membuka diskusi mengenai efektivitas aturan FIFA yang melarang pemain berbicara sambil menutup mulut, terlebih setelah muncul perbedaan keputusan antara insiden yang melibatkan Almiron, Hincapie, dan Bellingham.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: