Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Luas Panen Bertambah, Bikin Produksi Beras RI Ikut Meroket

        Luas Panen Bertambah, Bikin Produksi Beras RI Ikut Meroket Kredit Foto: Antara/Arnas Padda
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan adanya peningkatan produksi beras nasional sebesar 25,28 juta ton sampai Agustus 2026. Capaian produksi ini disebut BPS, lantaran beriringan dengan pertambahan luas panen padi.

        Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyebutkan pertambahan luas panen padi ini berdasarkan catatan bulan Mei 2026. Menurut data luas panen padi Mei 2026, Ateng mengatakan tercatat mencapai 0,98 juta hektare.

        "Sementara itu, potensi luas panen pada Juni hingga Agustus 2026 diperkirakan mencapai 2,88 juta hektare, meningkat 0,04 juta hektare atau 1,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," kata Ateng dikutip dari Berita Resmi Statistik (BRS), Rabu (1/7/2026).

        Secara kumulatif, Ateng mengatakan luas panen padi sepanjang Januari sampai dengan Agustus tahun 2026 diperkirakan mencapai 8,35 juta hektare.

        "Atau mengalami kenaikan seluas 0,04 juta hektare atau naik 0,43 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2025," ujar Ateng.

        Perihal penambahan produksi beras, Ateng melaporkan produksi beras guna menjadi kebutuhan konsumsi masyarakat secara nasional, diproyeksikan mencapai 25,28 juta ton.

        Dia menyampaikan capaian produksi ini meningkat 0,01 juta ton atau 0,05 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 (year on year/y on y). Peningkatan produksi ini, lanjut Ateng, seiring juga dengan meningkatnya produksi padi dan bertambahnya luas panen di berbagai daerah.

        "Produksi beras sepanjang Januari sampai dengan Agustus tahun 2026 diperkirakan mencapai 25,28 juta ton atau mengalami peningkatan sebesar 0,01 juta ton atau meningkat 0,05 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2025," ujar Ateng.

        Ateng melaporkan pada bulan Mei 2026, produksi beras untuk konsumsi masyarakat mencapai 2,84 juta ton. Sedangkan untuk potensi produksi beras pada Juni hingga Agustus 2026, lanjut Ateng, diprakirakan sebesar 8,42 juta ton.

        "Potensi ini meningkat 0,10 juta ton atau 1,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," sambung Ateng.

        Lebih lanjut, Ateng mengatakan peningkatan produksi ini ditopang oleh produksi padi yang juga mengalami kenaikan. Menurut Ateng, BPS memperkirakan produksi padi pada Mei 2026 mencapai 4,92 juta ton gabah kering giling (GKG).

        "Adapun potensi produksi padi pada Juni hingga Agustus 2026 diperkirakan sebesar 14,61 juta ton GKG, meningkat 0,17 juta ton GKG atau 1,18 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu," ujarnya.

        Data BPS tersebut menunjukkan kapasitas produksi pangan nasional masih terjaga hingga pertengahan 2026. Peningkatan produksi beras yang didukung kenaikan produksi padi dan luas panen menjadi modal penting dalam menjaga ketersediaan pasokan pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Muhammad Farhan Shatry
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: