Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Apple Lobi AS agar Bisa Beli Chip China, Pasokan Memori Diprediksi Langka hingga 2027

        Apple Lobi AS agar Bisa Beli Chip China, Pasokan Memori Diprediksi Langka hingga 2027 Kredit Foto: Unsplash/Vista Wei
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Apple dilaporkan tengah melobi pemerintah Amerika Serikat (AS) agar dapat membeli chip memori dari produsen asal China, ChangXin Memory Technologies (CXMT). Langkah tersebut dilakukan di tengah ancaman kelangkaan pasokan memori global yang diperkirakan masih berlanjut hingga 2027.

        Mengutip laporan Gizmochina pada 30 Juni 2026, Apple mencari alternatif pemasok chip memori untuk mengantisipasi tekanan pasokan komponen yang terus meningkat. Salah satu upaya yang ditempuh adalah meminta pemerintah AS mengizinkan kerja sama dengan CXMT, produsen chip DRAM terbesar di China.

        Sebelumnya, Samsung dilaporkan telah menaikkan harga RAM hingga 100% pada awal 2026, dan Apple disebut menerima kenaikan harga tersebut tanpa melakukan negosiasi.

        Analis TF International Securities, Ming-Chi Kuo, menilai industri semikonduktor kini menghadapi persoalan yang lebih serius daripada sekadar kenaikan harga. Menurutnya, risiko kekurangan pasokan chip memori berpotensi berlangsung hingga 2027 dan dapat mengganggu produksi berbagai perangkat elektronik.

        Kuo mengungkapkan Apple berupaya agar CXMT tidak dimasukkan ke dalam daftar entitas yang dibatasi pemerintah AS. Jika permintaan tersebut dikabulkan, perusahaan akan memiliki opsi untuk membeli chip DRAM dari produsen asal China tersebut.

        Saat ini, CXMT berada dalam pengawasan pemerintah AS karena diduga memiliki keterkaitan dengan militer China. Status tersebut membatasi perusahaan teknologi AS untuk menjalin kerja sama bisnis dengan produsen tersebut.

        Di sisi lain, kebutuhan chip memori diperkirakan terus meningkat seiring pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI). Menurut Kuo, sekitar 15-20% kapasitas produksi chip memori yang semula dialokasikan untuk perangkat elektronik konsumen pada 2026 diperkirakan akan dialihkan ke pusat data dan infrastruktur AI mulai 2027.

        Perubahan alokasi tersebut diperkirakan akan memperketat pasokan memori LPDDR, yakni jenis memori yang banyak digunakan pada ponsel pintar dan berbagai perangkat bergerak lainnya.

        Kondisi itu juga diperkirakan berdampak pada rencana produksi Apple. Kuo memperkirakan pesanan chip A20 untuk perangkat generasi berikutnya berpotensi turun 10-20% dibandingkan rencana awal pada akhir 2026 hingga awal 2027.

        Baca Juga: Dilarang Trump, Apple 'Tak Tahan' Ingin Beli Chip Memori dari China

        Baca Juga: Apple Resmi Naikkan Harga Mac dan iPad

        Meski demikian, Kuo menilai menggandeng CXMT bukan solusi instan. Kapasitas produksi perusahaan tersebut dinilai masih terbatas sehingga belum mampu sepenuhnya mengatasi kekurangan pasokan maupun menekan biaya produksi Apple secara signifikan.

        Namun, jika kerja sama tersebut terealisasi, Apple diyakini dapat mendiversifikasi rantai pasok sekaligus mengurangi ketergantungan pada pemasok tertentu di tengah meningkatnya kebutuhan chip memori untuk mendukung fitur-fitur AI pada perangkat buatannya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
        Editor: Annisa Nurfitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: