Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Dampak Pelemahan Rupiah, BPS Catat Kenaikan Harga Ponsel dan Laptop di Juni 2026

        Dampak Pelemahan Rupiah, BPS Catat Kenaikan Harga Ponsel dan Laptop di Juni 2026 Kredit Foto: Unsplash/charlesdeluvio
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Dinamika pasar valuta asing yang ditandai dengan keperkasaan mata uang Dolar AS mulai merembes pada label harga komoditas teknologi di pusat perbelanjaan lokal. Para konsumen terpaksa merogoh kocek lebih dalam untuk menebus perangkat elektronik baru.

        Hal ini diungkapkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dalam konferensi pers Berita Resmi Statistik (BRS), Rabu (1/7/2026).

        Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menuturkan telepon seluler mengalami inflasi sebesar 1,16% dengan andil 0,01%. Sedangkan Laptop, memberikan sumbangsih inflasi sebesar 0,96%, namun andilnya tidak signifikan terhadap inflasi total.

        "Komoditas telepon seluler itu dan laptop mengalami inflasi month-to-month Juni 2026 ya masing-masing ya. Untuk telepon seluler itu inflasinya 1,16% dan untuk laptop itu 0,96%," jelas Ateng, Rabu (1/7/2027).

        Walau sama-sama merangkak naik, Ateng mengatakan, kontribusi kedua jenis gawai komputasi tersebut terhadap pembentukan agregat inflasi nasional memperlihatkan skala kepentingan yang berbeda. Ia melanjutkan, perangkat komunikasi genggam tercatat memiliki andil yang lebih nyata.

        "Untuk telepon seluler itu memberikan andilnya 0,01% sedangkan laptop andilnya itu tidak kurang dominan ya, kurang signifikan lah untuk laptop itu ya tidak memberikan andil signifikan di inflasi di bulan Juni tahun 2026," tegas Ateng.

        Kendati demikian, Ateng menyatakan bahwa korelasi langsung antara depresiasi mata uang Rupiah dengan lonjakan harga barang elektronik impor tersebut masih membutuhkan pembuktian riset komprehensif. Dia menyebutkan BPS enggan terburu-buru menarik kesimpulan sebab-akibat secara instan.

        Baca Juga: Jelang RDG Rupiah Dibuka Melemah, BI Rate Diproyeksi Naik 25 Bps

        Baca Juga: Purbaya Beberkan Biang Kerok Terjadinya Defisit Neraca Perdagangan RI

        "Untuk mengetahui ya komoditas yang tadi mengalami inflasi karena pelemahan nilai tukar Rupiah ini, mohon maaf ini silakan dikaji karena kami tidak mengkaji dan ini perlu kajian yang lebih mendalam sekali ya," terang Ateng.

        Kenaikan harga gawai pintar ini menjadi sinyal bagi para peritel elektronik untuk mengatur ulang strategi penetapan harga mereka. Konsumen diimbau untuk lebih bijak dalam melakukan peremajaan perangkat teknologi informasi selama gejolak nilai tukar valuta asing belum mereda sepenuhnya. 

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Muhammad Farhan Shatry
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: