Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        DPR soal Latsarmil yang Telan Korban Jiwa, Dianggap Tanamkan Nilai 'Menikah dengan Tugas' dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi

        DPR soal Latsarmil yang Telan Korban Jiwa, Dianggap Tanamkan Nilai 'Menikah dengan Tugas' dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Komisi I DPR RI menyoroti pelaksanaan Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bagi peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang dipersiapkan sebagai calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP).

        Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto, menegaskan bahwa pelatihan tersebut harus tetap berorientasi pada pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, dan jiwa kesatria sebagai bekal para peserta saat menjalankan tugas di masyarakat.

        "Mereka menanamkan tata nilai, kedisiplinan, dan satu lagi sikap kesatria. Saya bilang, tata nilai bukan sekadar jaga koperasi, yang paling penting adalah kita menanamkan values atau tata nilai. Jadi disiplin juga mendekati titik nadir, dan yang terakhir membentuk jiwa kesatria. Jiwa kesatria itu apa? 'Menikah dengan tugas'," ujar Utut kepada wartawan di Gedung Nusantara II DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2026).

        Menurut Utut, esensi latsarmil bukan hanya pelatihan fisik, melainkan penanaman nilai-nilai yang membentuk integritas, tanggung jawab, dan profesionalisme para calon manajer koperasi.

        Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menilai Program Koperasi Desa Merah Putih memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, baik pada sektor mikro maupun makro.

        Karena itu, ia mengingatkan agar pelaksanaan program, termasuk latsarmil, dilakukan secara baik dan terukur sehingga tujuan pemerintah dapat tercapai tanpa menimbulkan dampak negatif terhadap citra program.

        "Program ini memiliki niatan yang akan memiliki dampak yang besar terhadap pertumbuhan mikro dan makro ekonomi nasional. Maka itu program ini harus dijalankan secara baik agar tidak memiliki dampak yang buruk kepada citra pemerintah dan juga kepada niatan-niatan tulus yang didorong oleh Presiden Prabowo," kata Dave.

        Sebelumnya, Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan Taufanto menjelaskan alasan pemerintah membekali calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dengan latihan dasar kemiliteran (latsarmil).

        Penjelasan itu disampaikan di tengah sorotan publik setelah lima peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dilaporkan meninggal dunia selama mengikuti pendidikan.

        Donny menegaskan bahwa pelatihan tersebut tidak bertujuan membentuk para peserta menjadi prajurit, melainkan membangun karakter, kepemimpinan, kedisiplinan, serta kemampuan mengelola organisasi yang dinilai penting bagi calon manajer koperasi.

        "Tidak bisa kita pungkiri, di dalam kemiliteran itu ada nilai-nilai sangat baik sekali untuk bisa membentuk karakter. Karena nanti di lapangan juga dibutuhkan manajer-manajer yang bagus," kata Donny.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: