Kredit Foto: Youtube Sekretariuat Kabinet
Mantan dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) Ardianto Satriawan menyoroti Presiden Prabowo Subianto yang melontarkan candaan kepada Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat terkait rekam jejaknya yang pernah dipenjara sebelum akhirnya dipercaya menjadi menteri di Kabinet Merah Putih.
Gurauan tersebut disampaikan Prabowo saat peresmian Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).
"Kapan terakhir dipenjara? Bolak-balik masuk penjara sekarang jadi menteri," kata Prabowo yang disambut tawa hadirin.
Ardianto kemudian mengkritik adanya standar ganda. Menurutnya, rakyat kecil dituntut dengan syarat ketat untuk bekerja, sementara mantan napi bisa menduduki jabatan tinggi tanpa hambatan.
"Sementara rakyat, harus urus SKCK, batas umur, syarat ijazah, syarat bejibun lainnya, belum tentu juga lolos kerja," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Rabu (1/7).
Sebagai informasi, Jumhur dikenal sebagai aktivis sejak masa kuliah hingga era reformasi. Ia tercatat pernah dua kali mendekam di penjara karena aktivitas politik dan gerakan sosialnya:
Baca Juga: 'Kamu Diketawain Negara Lain', Momen Prabowo Klaim Dapur MBG Polri yang Terbaik
1. Era Orde Baru (1989)
Ia ditangkap dan dihukum penjara selama 3 tahun setelah menggalang demonstrasi mahasiswa ITB untuk menolak kedatangan Menteri Dalam Negeri saat itu, Rudini, pada 5 Agustus 1989.
2. Era Presiden Joko Widodo (2020)
Saat bergabung dalam Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Jumhur ditangkap oleh Bareskrim Polri karena tuduhan penyebaran hoaks atay berita bohong terkait unjuk rasa penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja melalui media sosial. Ia divonis hukuman 10 bulan penjara.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: