Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Biaya Haji 2026 & Langkah Finansial untuk Menyiapkannya

        Biaya Haji 2026 & Langkah Finansial untuk Menyiapkannya Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Masa tunggu keberangkatan haji ke Baitullah yang bisa mencapai belasan hingga puluhan tahun menuntut manajemen keuangan matang sejak dini.

        Oleh karena itu, memulai persiapan naik haji dari usia muda kini bukan lagi sekadar anjuran, melainkan sebuah kebutuhan strategis untuk mengamankan nomor porsi.

        Dalam hal ini, pemahaman mengenai biaya haji terbaru menjadi fondasi awal yang harus dimiliki. Ingin tahu lebih lanjut? Simak pembahasannya di artikel berikut.

        Memahami Rincian Biaya HajiĀ 

        Pada 2026, Kementerian Agama RI dan Komisi VIII DPR RI menyepakati bahwa total Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) ditetapkan pada angka Rp87.409.365,45.

        Melalui sistem subsidi yang adil, calon jemaah tidak perlu menanggung seluruh nominal tersebut. Alhasil, porsi pembayaran dibagi menjadi dua komponen utama, yaitu:

        • Jemaah hanya perlu menyetorkan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) sebesar Rp54.193.806,58.
        • Selisih Rp33,21 juta menjadi tanggung jawab Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) melalui nilai manfaat dana haji.

        Berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, dana dialokasikan secara menyeluruh untuk menjamin kenyamanan ibadah, mulai dari:

        • Tiket pesawat dan transportasi selama di Arab Saudi.
        • Akomodasi dan konsumsi selama haji.
        • Pelayanan di Arafah, Muzdalifah, serta Mina.
        • Pelayanan di embarkasi dan debarkasi.
        • Dokumen perjalanan sekaligus perlengkapan jemaah.
        • Biaya hidup dan perlindungan jemaah selama berhaji.
        • Pembinaan serta pelayanan umum di Indonesia maupun Arab Saudi.

        Jadi, bisa dikatakan bahwa pendekatan solutif ini menjadi jawaban agar biaya keberangkatan tetap rasional bagi masyarakat dengan jaminan mutu pelayanan ibadah yang komprehensif.

        Langkah Finansial dalam Persiapan Naik Haji

        Mengingat antrean keberangkatan haji cukup panjang, maka manajemen dana harus dilakukan secara terstruktur untuk mencapai target tanpa mengganggu stabilitas arus kas harian.

        Adapun beberapa langkah finansial dalam persiapan naik haji yang dapat diterapkan adalah sebagai berikut.

        1. Amankan Setoran Awal untuk Mengunci Nomor Porsi

        Fokus utama dalam perencanaan ibadah haji adalah mendapatkan kepastian antrean keberangkatan ke Tanah Suci secara resmi.

        Hal ini dilakukan dengan menyetorkan sejumlah uang prasyarat pendaftaran ke Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS-BPIH) yang terintegrasi Kementerian Agama RI.

        Saat ini, nominal setoran awal sesuai ketentuan, yaitu Rp25 juta per jemaah. Melalui penyelesaian pembayaran tersebut, sistem akan langsung menerbitkan nomor porsi resmi

        Keberadaan nomor porsi ini sangat krusial karena menjadi basis utama untuk mengetahui estimasi tahun keberangkatan menuju Makkah.

        2. Buka Rekening Tabungan Haji Khusus

        Guna memastikan keutuhan target finansial tetap terjaga, dana ibadah harus dipisahkan sepenuhnya dari rekening operasional harian.

        Caranya, yaitu dengan membuka rekening tabungan haji syariah khusus melalui BPS BPIH yang ditunjuk oleh Kementerian Agama RI. Langkah ini memberikan keuntungan, berupa:

        • Bebas Biaya Administrasi: Lembaga keuangan syariah biasanya meniadakan potongan bulanan sehingga saldo tabungan berjalan lebih optimal karena tidak akan berkurang seiring berjalannya waktu.
        • Keamanan Dana: Rekening terhubung langsung dengan sistem antrean haji. Ini dapat memastikan uang yang disetor mengendap dengan aman hanya untuk kebutuhan ibadah.

        3. Investasi pada Instrumen Tahan Inflasi

        Selisih biaya pelunasan (Bipih) di masa depan sangat berpotensi mengalami penyesuaian akibat fluktuasi kurs mata uang dan inflasi.

        Untuk mengantisipasi hal tersebut, kembangkan sisa dana pelunasan secara berkala lewat instrumen investasi berisiko rendah hingga moderat, seperti:

        • Reksa Dana Syariah Pasar Uang: Menawarkan likuiditas tinggi dengan imbal hasil yang lebih kompetitif daripada tabungan biasa.
        • Emas: Berfungsi sebagai aset pelindung nilai yang terbukti efektif menjaga daya beli mata uang dalam jangka panjang.

        4. Siapkan Dana Mandiri Tambahan di Luar Paket Resmi

        Persiapan finansial tidak boleh berhenti pada biaya pelunasan tiket dan akomodasi wajib saja. Calon jemaah pun sebaiknya menyiapkan pos anggaran mandiri secara terpisah.

        Hal ini berguna untuk membiayai kebutuhan tidak terduga, seperti biaya pengurusan paspor, pemeriksaan kesehatan, transportasi lokal, hingga syukuran pelepasan jemaah.

        Selain biaya pra-keberangkatan, penyediaan uang saku cadangan juga perlu dilakukan untuk berbagai kebutuhan, antara lain:

        • Belanja pribadi.
        • Pemenuhan dam (jika mengambil haji Tamattu).
        • Dana darurat keluarga yang ditinggalkan di tanah air, dan lain-lain.

        Demikian pemaparan informasi mengenai biaya haji 2026 beserta langkah finansial dalam mempersiapkannya. Kini, perencanaan tersebut tidak harus menunggu waktu lama.

        Calon jemaah bisa mewujudkan ibadah haji melalui Pembiayaan Porsi Haji di Pegadaian dengan menjaminkan emas atau Tabungan Emas senilai 3,5 gram yang memungkinkan perolehan pembiayaan sebesar Rp25 juta untuk mendaftar dan mendapatkan nomor porsi Haji.

        Layanan ini berbasis syariah yang telah sesuai fatwa DSN-MUI, menawarkan biaya pemeliharaan barang agunan terjangkau, dan proses transparan sekaligus profesional.

        Tunggu apa lagi? Dapatkan kepastian nomor porsi haji dengan mengajukan transaksi Pembiayaan Porsi Haji di kantor cabang Pegadaian terdekat sekarang!

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Annisa Nurfitri
        Editor: Annisa Nurfitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: