Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Program KANG ILING Catat Omzet Rp788 Juta,Komut Pertamina Terus Dorong Penguatan Ekonomi Sirkular

        Program KANG ILING Catat Omzet Rp788 Juta,Komut Pertamina Terus Dorong Penguatan Ekonomi Sirkular Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pertamina terus mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) berbasis ekonomi sirkular. Salah satu program yang dikembangkan di Desa Kalanganyar, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, berhasil mencatat omzet hingga Rp788,4 juta dalam setahun sekaligus membuka peluang usaha bagi ratusan warga.

        Program bertajuk Kalanganyar Circular Living Initiative (KANG ILING) yang dijalankan Aviation Fuel Terminal (AFT) Juanda mengolah limbah cabut duri ikan bandeng dan minyak jelantah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi. Skema tersebut tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

        Hingga saat ini, sebanyak 550 kepala keluarga telah terintegrasi dalam ekosistem pemberdayaan tersebut dengan melibatkan 79 anggota aktif. Dari jumlah itu, sebanyak 42 orang merupakan perempuan mantan buruh tambak yang kini memperoleh kesempatan menjalankan kegiatan usaha produktif.

        Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan menilai program tersebut menjadi contoh bagaimana tanggung jawab sosial perusahaan dapat menghasilkan dampak ekonomi yang berkelanjutan. Menurutnya, program TJSL tidak cukup hanya memberikan bantuan, tetapi harus mampu menciptakan kemandirian masyarakat melalui inovasi dan pemberdayaan ekonomi.

        Ia berharap KANG ILING terus dikembangkan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas, sekaligus memperkuat pelestarian lingkungan melalui penerapan konsep ekonomi sirkular.

        Iriawan juga mengingatkan pentingnya menjaga keberlanjutan program yang telah dibangun bersama masyarakat. Menurutnya, pendampingan perlu terus dilakukan agar ekosistem usaha yang telah terbentuk mampu berkembang dalam jangka panjang dan memberikan manfaat ekonomi secara berkesinambungan.

        Salah seorang penerima manfaat program, Solikha, mengatakan kondisi lingkungan di desanya mengalami perubahan signifikan sejak program dijalankan. Sebelumnya, limbah rumah tangga maupun limbah pengolahan ikan dibuang langsung ke saluran air. Kini, masyarakat memiliki fasilitas pengolahan limbah berupa Anaerobic Biofilter yang sekaligus menjadi sarana edukasi.

        Selain menciptakan lingkungan yang lebih bersih, kawasan tersebut juga berkembang menjadi lokasi pembelajaran. Berbagai kalangan, termasuk mahasiswa, rutin datang untuk mempelajari pengelolaan limbah dan penerapan ekonomi sirkular di tingkat masyarakat.

        Selain meninjau program pemberdayaan ekonomi di Sidoarjo, Iriawan juga melakukan Management Walkthrough (MWT) ke RS IHC Perkebunan Jember Klinik di Jember, Kamis (2/7/2026). Dalam kunjungan itu, ia menekankan pentingnya inovasi, profesionalisme, dan empati dalam pelayanan kesehatan.

        Baca Juga: Komut Pertamina Tinjau Fasilitas Strategis di Jatim, Pastikan Kesiapan Biosolar B50

        Menurut Iriawan, peningkatan kualitas layanan kesehatan perlu diimbangi dengan pengembangan fasilitas, pemanfaatan teknologi medis, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Kombinasi tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan.

        Rangkaian Management Walkthrough di Jawa Timur merupakan bagian dari upaya Pertamina memastikan unit bisnis, layanan publik, serta program pemberdayaan masyarakat berjalan optimal sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: