Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Jokowi Berani Safari ke 'Kandang Banteng', PDIP: Waktu jadi Presiden Saja Gagal Loloskan PSI

        Jokowi Berani Safari ke 'Kandang Banteng', PDIP: Waktu jadi Presiden Saja Gagal Loloskan PSI Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menanggapi santai rencana safari politik mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ke Jawa Tengah yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Juli 2026.

        Meski Jawa Tengah selama ini dikenal sebagai salah satu basis utama PDIP atau kerap dijuluki sebagai "kandang banteng", partai berlambang kepala banteng itu menilai agenda tersebut bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan.

        Juru Bicara PDIP Guntur Romli mengatakan pihaknya tidak melihat rencana kunjungan Jokowi sebagai ancaman politik. Menurutnya, berbagai pernyataan yang menyebut safari politik tersebut sebagai upaya merebut basis suara PDIP lebih mencerminkan sikap percaya diri yang berlebihan dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

        Guntur menilai PSI bukan merupakan partai politik besar sehingga klaim mengenai upaya merebut basis suara PDIP tidak memiliki dasar yang kuat. Ia mengingatkan bahwa PSI gagal memperoleh kursi di DPR RI pada Pemilu 2024.

        Menurutnya, apabila pernyataan tersebut disampaikan oleh partai yang memiliki kekuatan politik besar, klaim tersebut masih dapat dipahami. Namun, kondisi PSI saat ini dinilai belum mencerminkan kekuatan politik yang cukup signifikan untuk memberikan ancaman terhadap basis elektoral PDIP.

        "Kalau PSI itu parpol besar di 2024, terus bilang mau rebut kandang Banteng, itu lebih masuk akal," kata Guntur Romli.

        Lebih lanjut, Guntur juga menyinggung dukungan yang pernah diberikan Jokowi kepada PSI saat masih menjabat sebagai Presiden RI. Menurutnya, berbagai upaya promosi yang menampilkan figur Jokowi, termasuk penggunaan foto dan slogan yang mengaitkan PSI dengan Jokowi, tetap tidak mampu membawa partai tersebut lolos ke parlemen.

        "Dengan tagline PSI Partai Jokowi, pasang foto Jokowi di semua baliho. Jadi presiden saja Jokowi gagal meloloskan PSI, apalagi tidak jadi presiden," kata Guntur Romli.

        Ia menilai fakta tersebut menunjukkan bahwa dukungan Jokowi ketika masih menjadi kepala negara saja belum cukup untuk mengantarkan PSI meraih kursi di Senayan, sehingga setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden, pengaruh politik tersebut dinilai tidak akan jauh berbeda.

        Sementara itu, PSI memastikan Jokowi akan melakukan safari politik ke Jawa Tengah bersama Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep. Agenda tersebut direncanakan berlangsung pada pertengahan Juli 2026 sebagai bagian dari konsolidasi politik partai di daerah.

        Baca Juga: Ini Kata Komnas HAM Soal Kasus Tewasnya Ibu Hamil di Intan Jaya

        Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Jawa Tengah Antonius Yogo mengatakan persiapan safari politik tersebut masih dimatangkan. Hingga kini, daerah tujuan di tingkat kabupaten maupun kota yang akan dikunjungi Jokowi dan Kaesang masih dalam tahap pembahasan.

        Antonius berharap agenda tersebut dapat terlaksana sesuai rencana pada pertengahan Juli. Pernyataan itu disampaikannya usai bertemu langsung dengan Jokowi di kediaman pribadi mantan presiden tersebut di kawasan Sumber, Solo, Jawa Tengah, pada Jumat (3/7/2026), untuk membahas rencana kunjungan politik tersebut.

        "Mudah-mudahan di pertengahan bulan Juli ini sudah bisa berjalan," kata Antonius Yogo.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: