Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Laba Bersih PTPN Group Melonjak Jadi Rp6,39 Triliun di 2025

        Laba Bersih PTPN Group Melonjak Jadi Rp6,39 Triliun di 2025 Kredit Foto: PTPN Group
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Perkebunan Nusantara III (Persero) membukukan kinerja keuangan yang positif sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih konsolidasi setelah pajak sebesar Rp6,39 triliun. Posisinya meningkat 81,3% dibandingkan realisasi laba pada 2024.

        Plt Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara III, Iswahyudi, mengatakan peningkatan laba tersebut terutama ditopang oleh membaiknya harga jual crude palm oil (CPO) yang menjadi kontributor utama terhadap pendapatan perseroan.

        "Kenaikan harga jual CPO menjadi faktor dominan dalam capaian laba," ujar Iswahyudi dalam rapat kerja bersama DPR, Senin (6/7/2026).

        Ia menjelaskan, realisasi harga jual CPO sepanjang 2025 mencapai Rp14.222 per kilogram, atau setara 121% dari target RKAP sebesar Rp11.749 per kilogram. 

        Sementara itu, harga jual palm kernel oil (PKO) terealisasi sebesar Rp25.071 per kilogram, atau mencapai 198% dari target RKAP. Kenaikan harga kedua komoditas tersebut turut mendorong peningkatan pendapatan dan laba perusahaan.

        Dari sisi penjualan, PTPN III mencatat pendapatan sebesar Rp59,32 triliun, tumbuh 9,5% dibandingkan tahun sebelumnya. EBITDA perseroan juga meningkat menjadi Rp15,37 triliun, atau naik 24,2% secara tahunan.

        Baca Juga: Pemerintah Diminta Jelaskan Kerugian Negara dari Under Invoicing Sawit

        Baca Juga: Negara Rugi Rp15.000 Triliun Akibat Under-Invoicing Sawit

        Kontribusi terbesar terhadap penjualan masih berasal dari komoditas kelapa sawit yang menyumbang 75,06% dari total penjualan. Adapun komoditas karet berkontribusi 7,10%, gula 13%, teh 1,41%, dan aneka tanaman lainnya 3,44%.

        Di sisi neraca, total aset holding Perkebunan Nusantara mencapai Rp158,25 triliun, meningkat 5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ekuitas juga tumbuh 8% menjadi Rp80,83 triliun, sementara liabilitas tercatat sebesar Rp77,42 triliun atau naik 2% secara tahunan.

        Perseroan juga mencatat arus kas operasi (NOCF) sebesar Rp13,65 triliun, meningkat 9% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara belanja modal (capital expenditure/capex) terealisasi Rp4,09 triliun, atau sekitar 72% dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dwi Aditya Putra
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: