Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Solana Luncurkan Sistem Governance Baru, Pengambilan Keputusan Kini Lebih Transparan

        Solana Luncurkan Sistem Governance Baru, Pengambilan Keputusan Kini Lebih Transparan Kredit Foto: Unsplash/GuerrillaBuzz
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Solana resmi memperkenalkan Solana Governance Proposals (SGP), sistem tata kelola baru yang memberikan kewenangan lebih besar kepada validator dalam menentukan arah pengembangan jaringan.

        Melalui mekanisme voting berbasis stake yang berlangsung sepenuhnya secara on-chain, Solana ingin menciptakan proses pengambilan keputusan yang lebih transparan, efisien, serta tetap menjaga prinsip desentralisasi yang menjadi fondasi teknologi blockchain.

        Bagi pelaku pasar crypto, perkembangan seperti ini layak diperhatikan selain memantau USDT sekarang sebagai acuan nilai stablecoin di pasar crypto. Pasalnya, perubahan tata kelola pada sebuah blockchain sering kali menjadi indikator meningkatnya tingkat kematangan proyek sekaligus mencerminkan komitmen pengembang dalam membangun ekosistem yang lebih terbuka.

        Di sisi lain, investor juga tidak hanya memantau Solana, tetapi turut mengikuti perkembangan hyperliquid hari ini karena berbagai inovasi di sektor decentralized finance (DeFi) dan decentralized exchange (DEX) semakin memengaruhi arah industri aset digital secara keseluruhan.

        Melalui pengumuman resmi Solana Foundation, seluruh proses pengajuan proposal hingga pemungutan suara kini dilakukan secara on-chain. Pendekatan tersebut menjadi langkah penting untuk meningkatkan transparansi dalam pengambilan keputusan.

        Seluruh aktivitas governance akan tercatat secara permanen di blockchain sehingga siapa pun dapat melihat prosesnya tanpa harus bergantung pada laporan dari pihak tertentu.

        Validator Harus Memenuhi Persyaratan Tertentu

        Meski memberikan kewenangan lebih besar kepada validator, Solana tetap menerapkan sejumlah syarat agar mekanisme governance berjalan secara efektif. Validator hanya dapat mengajukan Solana Governance Proposals apabila memiliki sedikitnya 100.000 SOL yang telah didelegasikan kepadanya.

        Persyaratan tersebut diterapkan sebagai bentuk penyaringan agar proposal yang masuk benar-benar berasal dari validator yang telah memperoleh kepercayaan dari komunitas. Dengan adanya batas minimum stake tersebut, Solana berharap jumlah proposal yang diajukan tetap terkendali sehingga kualitas pembahasan dapat terjaga.

        Selain itu, mekanisme tersebut juga mengurangi kemungkinan munculnya proposal yang bersifat spam atau tidak memiliki dampak nyata terhadap perkembangan jaringan. Namun, proposal yang diajukan belum otomatis masuk ke tahap pemungutan suara.

        Setiap proposal terlebih dahulu harus memperoleh dukungan dari validator lain yang secara kolektif mewakili sedikitnya 15 persen dari total stake jaringan. Apabila ambang batas tersebut belum terpenuhi, proposal tidak dapat dilanjutkan ke tahap voting.

        Sistem ini dirancang agar hanya usulan yang benar-benar mendapat perhatian komunitas validator yang dapat diproses lebih lanjut. Dengan demikian, proses governance menjadi lebih efisien karena hanya proposal yang memiliki dukungan awal yang cukup yang akan dibahas melalui pemungutan suara resmi.

        Voting Menggunakan Sistem Stake-Weighted Voting

        Setelah memenuhi seluruh persyaratan awal, proposal akan memasuki tahap voting secara on-chain. Dalam mekanisme baru ini, Solana menggunakan sistem stake-weighted voting. Artinya, bobot suara tidak dihitung berdasarkan jumlah validator yang memberikan suara, melainkan berdasarkan jumlah SOL yang mereka stake di jaringan.

        Validator yang mengelola stake lebih besar akan memiliki bobot suara yang lebih tinggi dibanding validator dengan stake yang lebih kecil. Pendekatan ini dianggap lebih mencerminkan tingkat partisipasi ekonomi masing-masing validator dalam menjaga keamanan jaringan.

        Meski demikian, sistem tetap memunculkan keseimbangan karena seluruh validator memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi selama memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Agar hasil voting dapat dipercaya oleh seluruh komunitas, Solana memanfaatkan teknologi Merkle proofs.

        Melalui teknologi tersebut, siapa pun dapat memverifikasi hasil pemungutan suara secara kriptografis tanpa harus bergantung kepada lembaga atau pihak ketiga. Seluruh proses dapat diaudit secara terbuka sehingga risiko manipulasi hasil voting dapat ditekan seminimal mungkin.

        Bagi jaringan blockchain yang mengusung prinsip desentralisasi, kemampuan melakukan verifikasi secara independen menjadi salah satu aspek yang sangat penting.

        Delegator Tetap Memiliki Kendali

        Tidak hanya validator yang memperoleh hak lebih besar melalui sistem baru ini. Solana juga memperkenalkan fitur delegator override yang memberikan keleluasaan kepada pemilik SOL yang mendelegasikan asetnya kepada validator.

        Melalui fitur tersebut, delegator dapat mengambil alih hak suara apabila tidak sependapat dengan keputusan validator yang menerima delegasi mereka. Dalam praktiknya, suara delegator akan menggantikan suara validator khusus pada proposal yang sedang dipilih.

        Fitur ini memberikan perlindungan tambahan bagi pemilik aset agar hak suara mereka tidak sepenuhnya ditentukan oleh validator. Dengan demikian, delegator tetap dapat menyampaikan preferensi secara langsung apabila terdapat isu yang dianggap penting.

        Solana Foundation menilai fitur ini akan meningkatkan partisipasi komunitas sekaligus menciptakan keseimbangan kekuasaan di dalam sistem governance.

        Keputusan strategis tidak hanya dipengaruhi oleh validator besar, tetapi juga memberikan ruang bagi pemilik SOL untuk menyampaikan pendapatnya secara langsung.

        SGP dan SIMD Memiliki Fungsi Berbeda

        Meski menghadirkan mekanisme governance baru, Solana memastikan bahwa Solana Governance Proposals tidak menggantikan Solana Improvement Documents (SIMD).

        Selama ini, SIMD digunakan sebagai mekanisme utama untuk membahas perubahan teknis pada jaringan.

        Dokumen tersebut menjadi wadah diskusi mengenai pembaruan protokol, perubahan runtime, peningkatan sistem konsensus, hingga implementasi teknologi baru yang berkaitan langsung dengan infrastruktur blockchain Solana.

        Sebaliknya, SGP lebih difokuskan pada keputusan yang berkaitan dengan tata kelola ekosistem. Misalnya, kebijakan strategis, arah pengembangan komunitas, hingga berbagai keputusan nonteknis yang membutuhkan persetujuan validator dan pemilik stake.

        Dengan pemisahan tersebut, Solana berharap proses pengembangan teknologi dan tata kelola dapat berjalan berdampingan tanpa saling mengganggu.

        Tim pengembang tetap dapat fokus melakukan inovasi teknis melalui SIMD, sementara komunitas memperoleh saluran resmi untuk menentukan berbagai kebijakan strategis melalui SGP.

        Governance Semakin Menjadi Faktor Penting

        Dalam beberapa tahun terakhir, tata kelola blockchain menjadi salah satu aspek yang semakin diperhatikan investor.

        Jika sebelumnya proyek blockchain lebih banyak bersaing dari sisi kecepatan transaksi maupun biaya jaringan, kini kualitas governance juga menjadi faktor yang menentukan tingkat kepercayaan komunitas.

        Blockchain yang memiliki mekanisme governance transparan umumnya lebih mudah beradaptasi terhadap perubahan karena setiap keputusan dapat diambil melalui proses yang jelas dan melibatkan para pemangku kepentingan.

        Model seperti ini juga mengurangi ketergantungan terhadap keputusan yang hanya berasal dari tim inti pengembang. Dengan kata lain, arah pengembangan jaringan menjadi lebih demokratis karena komunitas memiliki kesempatan untuk ikut menentukan kebijakan penting.

        Langkah Baru Menuju Ekosistem yang Lebih Desentralisasi

        Pada akhirnya, peluncuran Solana Governance Proposals menandai babak baru dalam perkembangan ekosistem Solana. Melalui proposal yang diajukan secara on-chain, mekanisme voting berbasis stake, verifikasi menggunakan Merkle proofs, serta hadirnya fitur delegator override, Solana berupaya membangun sistem tata kelola yang lebih modern, transparan, dan inklusif.

        Apabila implementasi mekanisme ini berjalan sesuai harapan, SGP berpotensi memperkuat desentralisasi Solana sekaligus meningkatkan kepercayaan komunitas. Dalam jangka panjang, tata kelola yang lebih matang dapat menjadi salah satu faktor penting yang mendukung pertumbuhan ekosistem Solana di tengah persaingan ketat antar blockchain layer-1.

        Perlu diingat, semua aktivitas jual beli crypto memiliki resiko dan volatilitas yang tinggi karena sifat crypto dengan harga yang fluktuatif.

        Maka dari itu, selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat (uang dingin) sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab para trader dan investor.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: