Kredit Foto: Unsplash/GuerrillaBuzz
Jaringan blockchain solana mulai menemukan pijakan yang lebih stabil sepanjang tahun lalu setelah menghadapi lonjakan aktivitas ekstrem yang sebagian besar didorong oleh perdagangan memecoin di 2025.
Chief Executive Officer (CEO) Jito Labs, Lucas Bruder menggambarkan awal tahun lalu sebagai periode yang “sangat gila” bagi ekosistem solana. Ia terdorong menuju batas kemampuannya, dengan volume transaksi melonjak tajam dan pendapatan validator serta protokol decentralized finance mencapai level tidak biasa.
Baca Juga: JP Morgan Terbitkan Utang Jangka Pendek Lewat Blockchain Solana
Namun Bruder menyebut tekanan tinggi itu justru membantu memperkuat jaringan. Ia mengatakan solana kini berjalan jauh lebih mulus, dengan performa yang lebih cepat dan kapasitas yang meningkat signifikan.
"Sepanjang tahun lalu, kapasitas block space Solana meningkat sekitar 25%. Hal itu berdampak pada pengalaman pengguna yang lebih baik dan biaya transaksi yang lebih rendah," katanya dilansir Senin (5/1).
Selain peningkatan teknis, ekosistem solana juga kedatangan gelombang baru tim decentralized finance yang sangat antusias membangun dalam jaringan tersebut. 2025 bisa dilihat sebagai tahun ketika peran solana sebagai jaringan keuangan berthroughput tinggi mulai benar-benar terwujud.
Menurut Bruder, tingginya tingkat penggunaan pada tahun lalu menjadi pertama kalinya gagasan solana mulai terwujud sebagai Decentralized Nasdaq. Fondasi tersebut menjadi persiapan menuju fase berikutnya bagi Solana.
Titik balik utama jaringan tiu diperkirakan terjadi pada 2026. Hal itu muncul dengan peningkatan besar pada mekanisme konsensus dan peluncuran Alpenglow Bruder menyebut invoasi itu sebagai penyederhanaan mendasar dalam cara jaringan mencapai kesepakatan atas blok, yang diharapkan dapat meningkatkan keandalan sekaligus memangkas waktu konfirmasi secara signifikan.
Saat ini, transaksi solana umumnya membutuhkan sekitar 12-13 detik. Dengan Alpenglow, waktu finalisasi tersebut diperkirakan dapat turun hingga sekitar satu detik, sehingga transaksi menjadi hampir tidak dapat dibatalkan secara instan.
Perubahan ini dinilai krusial bagi aktivitas keuangan berskala besar, di mana penyelesaian transaksi yang cepat dan pasti menjadi kebutuhan utama. Dengan jaminan finalitas yang lebih kuat dan koordinasi jaringan yang lebih stabil, solana akan lebih siap menopang pasar keuangan bernilai tinggi.
Baca Juga: Negara Ini Luncurkan Token Emas Berbasis Solana
Bruder menyebut peningkatan ini bukan sekadar soal performa tambahan, melainkan langkah penting untuk mengukuhkan solana sebagai lapisan infrastruktur utama bagi sistem keuangan terdesentralisasi berskala besar.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait:
Advertisement