Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
PT Indointernet Tbk (Indonet) perusahaan penyedia infrastruktur digital mengumumkan rencana ekspansi besar-besaran dengan menyiapkan total belanja modal (capital expenditure/Capex) mencapai US$4,5 miliar.
Investasi raksasa tersebut dialokasikan untuk pembangunan CGK Campus, sebuah kompleks data center di Indonesia yang tengah dikembangkan oleh Digital Edge Indonesia, Indonet merupakan bagian dari grup Digital Edge yang merupakan platform data center di Asia Pasifik.
Direktur Sales & Marketing Indonet, Yudie Haryanto mengatakan Indonet sedang membangun satu data center AI-ready berlokasi di Jawa Barat yang kami sebut dengan CGK Campus.
"Melihat pemberitaan dua bulan terakhir bahwa Indonesia dilirik menjadi pusat data center yang AI-ready dan hyperscale ready. Kami juga sedang membangun satu data center AI-ready berlokasi di Jawa Barat yang kami sebut dengan CDK Campus," ujar Yudie dalam acara media briefing di Jakarta, Rabu (8/7/2026).
Ia menngungkapkan alasan mengapa perusahaan memilih membangun data center di kawasan industri GIIC, Delta Mas, Bekasi. Hal ini dikarenakan akan sulit membangun data center di pusar kota karena keterbatasan lahan.
"Membangun data center di pusat kota itu sulit karena keterbatasan lahan. Strategi kami adalah berkolaborasi dengan kawasan industri. Indonet melihat potensi ini, makanya dari 2024 kita membangun sistem kabel bawah tanah (underground) baru untuk menghubungkan seluruh kawasan industri di area barat sampai ke pusat trafik di Jakarta," jelasnya.
Sementara CEO Indonet, Donauly Situmorang mengungkapkan CGK Campus ini akan memiliki kapasitas total mencapai 500 Megawatt (MW).
"Kami sudah mengamankan lahan dengan total kapasitas mencapai 500 Megawatt," ungkapnya.
Baca Juga: Direksi REAL Borong 2 Juta Saham di Tengah Rencana Masuk Bisnis Data Center
Dona menjelaskan, kucuran dana jumbo tersebut tidak akan digelontorkan dalam satu waktu, melainkan dilakukan secara bertahap mengikuti pertumbuhan permintaan pasar.
"Tidak sekaligus tahun ini, tapi bertahap sampai 2028 atau semester pertama 2029 tergantung permintaan pelanggan. Kami harus menjaga ritme agar tidak terlalu dini tapi juga tidak terlambat," ujarnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: