Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Beda Nasib Emiten Anyar BACH dan EMMI di Tengah IHSG Anjlok

        Beda Nasib Emiten Anyar BACH dan EMMI di Tengah IHSG Anjlok Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Dua emiten anyar di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Bach Multi Global Tbk. (BACH) dan PT Esa Medika Mandiri Tbk. (EMMI), mencatat penguatan pada perdagangan Selasa (8/7/2026) di tengah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang turun 1,89% ke level 5.873,37. BACH langsung menyentuh batas atas auto rejection atau ARA 24,43%, sedangkan EMMI menguat 17,02%.

        Saham BACH ditutup pada level Rp550 atau naik Rp108 dari harga penutupan sebelumnya Rp442. Saham perseroan dibuka, bergerak pada level terendah, hingga ditutup pada harga Rp550. Penguatan tersebut terjadi dengan volume perdagangan 3,606 juta saham, nilai transaksi Rp1,983 miliar, dan frekuensi 3.329 kali.

        Kapitalisasi pasar BACH mencapai Rp2,24 triliun pada akhir perdagangan. BACH menjadi salah satu saham dengan kenaikan tertinggi di BEI pada hari ketika 512 saham ditutup melemah dan hanya 195 saham menguat.

        BACH menawarkan 615 juta saham baru atau 15,06% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Perseroan menetapkan harga penawaran pada kisaran Rp400-Rp500 per saham dan berpotensi menghimpun dana hingga Rp307,5 miliar.  

        Perseroan berencana menggunakan sekitar 70% dana IPO untuk modal kerja, terutama pembelian genset guna memenuhi kebutuhan penjualan dan penyewaan. Sisanya sekitar 30% dialokasikan untuk pembayaran sebagian pinjaman bank.  

        Pada 2025, BACH membukukan pendapatan sekitar Rp1,73 triliun, tumbuh hampir 40% secara tahunan. Laba bersih perseroan naik 97,5% menjadi sekitar Rp155 miliar. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang peningkatan penjualan genset dan bisnis penyewaan genset.  

        Sementara itu, saham EMMI ditutup di Rp550 atau naik Rp80 dari harga sebelumnya Rp470. Saham perusahaan penyedia alat kesehatan tersebut sempat menyentuh Rp585, sebelum berakhir di Rp550.

        EMMI membukukan volume transaksi 817,9 juta saham dengan nilai Rp458,5 miliar dan frekuensi 317.400 kali. Nilai transaksi EMMI jauh lebih besar dibandingkan BACH, meski persentase kenaikan sahamnya lebih rendah. Kapitalisasi pasar EMMI mencapai Rp958 miliar.

        PT Esa Medika Mandiri Tbk. mencatatkan saham perdana di BEI pada 8 Juli 2026 dengan kode EMMI. Perseroan menerbitkan 522,86 juta saham baru atau sekitar 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Dana IPO akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan, mengembangkan fasilitas produksi, dan menambah modal kerja.  

        Dalam siaran persnya, EMMI menyatakan sebagian dana IPO akan digunakan untuk pembayaran sebagian pinjaman bank, pembangunan gedung pabrik baru di Cikupa, pembelian persediaan, serta kebutuhan modal kerja proyek dan pengadaan alat kesehatan.  

        Baca Juga: Diminati 606 Ribu Investor, IPO JELI Alami Kelebihan Permintaan 273 Kali

        Baca Juga: IPO Mundur, BACH Tetapkan Harga IPO Rp442 per Saham

        IHSG pada perdagangan yang sama dibuka di level 5.984,18 dan sempat menyentuh level tertinggi 5.984,47. Indeks kemudian turun hingga menyentuh level terendah 5.872,02, dengan nilai transaksi pasar mencapai Rp10,54 triliun dan volume 21,18 miliar saham.

        Pergerakan BACH dan EMMI menunjukkan respons pasar yang berbeda terhadap dua saham baru pada hari perdagangan perdana EMMI dan periode awal pencatatan BACH. BACH mencatat kenaikan persentase lebih tinggi hingga menyentuh ARA, sedangkan EMMI membukukan nilai transaksi dan frekuensi perdagangan yang lebih besar.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Annisa Nurfitri
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: