Trump Konfirmasi Serangan ke Pulau Kharg, Iran Kehilangan 90% Ekspor Minyak
Kredit Foto: Istimewa
Ekonom asal Amerika Serikat (AS), Steve Hanke, menyoroti pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut militer Amerika akan menargetkan Pulau Kharg di Iran. Pulau tersebut merupakan terminal ekspor minyak terbesar Iran, sehingga jika diserang, ekspor minyak negara itu bisa lumpuh.
Selain itu, Trump juga mengancam akan memblokade Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dunia. Sekitar 20% pasokan minyak global melewati selat ini, jika diblokade, harga minyak diperkirakan melonjak drastis.
“Trump mengatakan militer AS mungkin akan menargetkan Pulau Kharg, pusat utama ekspor minyak mentah Iran. Ia juga mengancam akan memblokade Selat Hormuz," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Kamis (9/7).
Profesor ekonomi terapan dari Johns Hopkins University itu memberi sinyal kepada investor agar tetap memegang posisi beli (long) pada komoditas minyak, karena ketegangan geopolitik akan mendorong harga naik. "STAY LONG OI," tandasnya.
Trump sendiri baru saja mengonfirmasi bahwa militer AS telah melancarkan serangan terhadap Pulau Kharg. Bahkan, ia secara terbuka melontarkan ancaman bahwa AS bisa saja merebut atau mengambil alih kendali atas pulau yang menjadi pusat ekspor 90% minyak Iran tersebut.
Baca Juga: Soal Serangan AS ke Iran, Trump: Skor 20 Banding 1
Hal tersebut disampaikan Trump kepada wartawan di sela-sela KTT NATO di Ankara, Turki, Rabu (8/7/2026), setelah runtuhnya kesepakatan gencatan senjata sementara.
"Kami menyerang Pulau Kharg tadi malam. Saya katakan jangan sentuh minyaknya karena mungkin kita akan mengambil alih Pulau Kharg," ucap Trump.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: