Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Soal Serangan AS ke Iran, Trump: Skor 20 Banding 1

Soal Serangan AS ke Iran, Trump: Skor 20 Banding 1 Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memerintahkan militer negaranya melancarkan gelombang serangan terbaru ke Iran. Serangan tersebut memicu ledakan di sejumlah kota di pesisir selatan Iran dan menandai kembali meningkatnya eskalasi konflik antara kedua negara.

Trump menegaskan serangan itu merupakan balasan atas aksi Iran yang sebelumnya menyerang kapal-kapal komersial di kawasan Selat Hormuz.

"Kami baru saja menyerang mereka dengan sangat keras," kata Trump kepada wartawan di dalam pesawat Air Force One, dikutip dari BBC, Kamis (9/7/2026).

Trump bahkan membandingkan respons militer AS layaknya pertandingan dengan skor yang sangat timpang. Ia menegaskan Washington akan membalas setiap serangan Iran dengan kekuatan yang jauh lebih besar.

"Saya katakan kami menyerang mereka dengan skor 20 banding 1. Setiap kali mereka menyerang kami, kami akan membalas dengan skor 20," ujarnya.

Melalui akun Truth Social miliknya, Trump kembali menegaskan bahwa operasi militer tersebut merupakan respons langsung atas serangan Iran terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz.

"Ini sebagai pembalasan atas pemboman kapal kemarin oleh Iran. Jika itu terjadi lagi, akan jauh lebih buruk!" tulis Trump.

Sementara itu, media pemerintah Iran melaporkan sejumlah ledakan mengguncang wilayah pesisir selatan negara tersebut setelah Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan operasi militernya.

Menurut kantor berita IRNA, pesawat tempur terdengar melintas di atas Pulau Kish. Ledakan juga dilaporkan terjadi di Bandar Abbas, Konarak, dan Chabahar. Beberapa wilayah bahkan mengalami pemadaman listrik setelah serangan berlangsung.

CENTCOM menyatakan operasi tersebut bertujuan melemahkan kemampuan militer Iran yang dinilai mengancam kebebasan pelayaran internasional di Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas alam cair dunia.

"Amerika Serikat meminta pertanggungjawaban Iran atas agresi yang tidak beralasan baru-baru ini terhadap pelayaran komersial," tulis CENTCOM melalui akun resminya di platform X.

Meski memerintahkan serangan balasan, Trump sebelumnya menyatakan berharap eskalasi terbaru ini dapat segera berakhir dan membuka peluang dimulainya kembali perundingan dengan Iran.

Baca Juga: Trump Akhiri Gencatan Senjata dengan Iran, Harga Minyak Dunia Langsung Meledak 5 Persen!

Namun, situasi di kawasan Timur Tengah justru semakin memanas setelah Trump menyatakan gencatan senjata dengan Iran telah berakhir. Kondisi tersebut mendorong Pakistan, Qatar, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan deeskalasi untuk mencegah konflik meluas.

Selat Hormuz kini kembali menjadi pusat ketegangan setelah Iran menegaskan akan mengendalikan jalur pelayaran tersebut. Teheran juga mengancam akan menyerang kapal-kapal yang tidak mengikuti rute yang telah ditentukan, sehingga meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy

Tag Terkait: