Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Prudential Ungkap Tantangan Keuangan Gen Z di Era Digital

        Prudential Ungkap Tantangan Keuangan Gen Z di Era Digital Kredit Foto: Prudential Indonesia
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Gen Z dinilai semakin membutuhkan literasi keuangan di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Tercatat, sekitar 41% generasi muda termasuk Gen Z masih melakukan impulsive buying akibat pengaruh media sosial, promosi digital, dan kemudahan bertransaksi.

        Certified Financial Planner (CFP) Prudential Indonesia, Priskilla Fachruddin, mengatakan kondisi tersebut menunjukkan pentingnya membangun kebiasaan mengelola keuangan sejak dini, terutama melalui penyusunan anggaran (budgeting).

        "Itu sebabnya jadi sangat penting untuk melakukan budgeting," ujar Priskilla dalam keterangan resmi, Kamis (9/7/2026).

        Ia menilai, banyak anak muda sudah mulai berinvestasi, tetapi masih mengabaikan keamanan keuangan. Maka dari itu, masyarakar dinilai perlu menyusun anggaran, membedakan kebutuhan dan keinginan, menetapkan batas pengeluaran, dan menyiapkan dana proteksi untuk menghadapi risiko yang tidak terduga.

        Selain itu, literasi keuangan juga dinilai semakin penting seiring dengan peningkatan penggunaan layanan keuangan digital. Berdasarkan survei terhadap 1.017 responden menunjukkan sebanyak 55% responden pernah menggunakan layanan paylater yang didorong kemudahan akses dan fleksibilitas cicilan.

        Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia Karin Zulkarnaen mengatakan literasi keuangan tidak cukup berhenti pada pemahaman konsep, tetapi juga harus diterapkan dalam pengambilan keputusan sehari-hari.

        Baca Juga: Prudential Syariah Catat Pangsa Pasar 22%, Klaim Tumbuh di Atas Industri

        Baca Juga: Sebanyak 60% Anak Muda Terkendala Modal, Prudential Syariah Luncurkan SIGAP

        "Bagi generasi muda, literasi keuangan membantu mereka mempersiapkan masa depan dengan lebih percaya diri, sedangkan bagi perempuan dan ibu, literasi keuangan dapat memperkuat peran mereka dalam menjaga stabilitas keluarga dan mengambil keputusan sehari-hari dengan lebih berdaya. Inilah yang ingin terus kami dorong: pengelolaan keuangan sebagai bagian dari gaya hidup yang lebih sadar, terencana, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat," ujarnya.

        Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga catatkan pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) oleh perusahaan pembiayaan tumbuh 53,78% yoy atau menjadi Rp13,18 triliun dengan NPF gross sebesar 3,44%.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: