Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Dokter Tifa Buka-bukaan Siapa Bohir di Balik Pendanaan Sidang Ijazah Jokowi

        Dokter Tifa Buka-bukaan Siapa Bohir di Balik Pendanaan Sidang Ijazah Jokowi Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Terdakwa tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo, Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa, buka-bukaan soal siapa yang menjadi “bohir” di balik pendanaan proses hukumnya.

        Tifa menegaskan bahwa sumber dananya bukan dari pihak tertentu, melainkan dari buku-buku yang ia tulis serta para pembeli.

        "Sslama belasan tahun berjuang menyebarluaskan ilmu dari kota ke kota, bensinnya buku-buku.  Tidak ada siapapun yang jadi Bohir, hanya pembeli buku-buku  yang membantu dokter Tifa. Kini ketika berjuang dalam tekanan, maka buku ini menjadi teman perjuangan," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Selasa (14/7).

        Ia bahkan mengajak publik mendukung perjuangannya dengan membeli buku yang membahas kontroversi vaksin.

        "Ayo bantu dr Tifa. Beli buku yang wajib dimiliki bagi anda yang ingin paham tentang Vaksin dan segala kontroversinya. Hubungi INDA 087725980909," tandasnya.

        Sebelumnya, Politisi PSI Dedek Prayudi alias Uki menilai berdasarkan keyakinan pribadinya, bohir yang mendanai kasus hukum Dokter Tifa terkait tudingan ijazah palsu kini telah menghilang.

        Pasalnya, semenjak menjadi terdakwa dalam perkara tersebut, Dokter Tifa mulai menggalang donasi untuk membantu proses hukumnya yang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

        "Saya tahu sekarang Anda menggalang donasi sejak jadi terdakwa. Pastilah kalau sudah sejauh ini kasus bergulir, ini menurut keyakinan saya ya, bohir sudah enggak mau lagi ngedanain," ucap Uki dalam kanal YouTune COKRO TV, dikutip Sabtu (11/7).

        Baca Juga: Bukan soal Ijazah, Dokter Tifa Tak Sabar Tanyakan Ini ke Jokowi di Persidangan

        Sebagai catatan, Dokter Tifa resmi mengumumkan penggalangan dana pada Sabtu, 4 Juli 2026, dua hari setelah sidang perdana di PN Jakarta Timur. Dalam cuitannya di akun X, ia mengaku mulai kehabisan dana pribadi untuk biaya hukum sejak April 2025. Demi menjaga harga diri, ia selama ini menggunakan uang pribadi tanpa bantuan pihak lain.

        Namun karena kebutuhan biaya sidang yang besar, Tifa akhirnya membuka donasi dengan cara menjual buku-buku karya ilmiahnya. Ia mengajak simpatisan membeli buku tersebut untuk kemudian didonasikan ke sekolah, pesantren, atau perpustakaan. Seluruh hasil penjualan digunakan sebagai dana perjuangan di pengadilan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: