UEA Tuduh Iran Serang Dua Kapal Tanker di Selat Hormuz, 1 Awak Tewas
Kredit Foto: Istimewa
Uni Emirat Arab (UEA) menuduh Iran meluncurkan serangan rudal terhadap dua kapal tanker di Selat Hormuz. Serangan tersebut menewaskan satu awak kapal dan menyebabkan delapan orang lainnya mengalami luka-luka.
Insiden itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran setelah Washington kembali melancarkan serangan terhadap Teheran. UEA, yang merupakan sekutu utama AS di kawasan Teluk, menyebut kedua kapal diserang saat melintasi jalur pelayaran di wilayah perairan Oman.
"Kementerian Pertahanan mengumumkan bahwa kapal tanker nasional Mombasa dan Al Bahiyah menjadi sasaran dua rudal jelajah Iran saat melintasi jalur pelayaran selatan Selat Hormuz, di dalam perairan teritorial Oman," tulis Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab melalui media sosial X, dikutip AFP, Selasa (14/7/2026).
Menurut pemerintah UEA, serangan tersebut menewaskan seorang awak kapal berkewarganegaraan India. Selain itu, delapan orang lainnya terluka, termasuk empat korban yang dilaporkan mengalami luka serius.
Serangan rudal juga memicu kebakaran di kedua kapal tanker. Meski demikian, otoritas setempat menyatakan api berhasil dipadamkan sehingga kerusakan tidak meluas.
"Kementerian Pertahanan mengutuk serangan terang-terangan ini, menggambarkannya sebagai pelanggaran berat dan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional yang mengancam keamanan dan stabilitas regional," bunyi pernyataan kementerian.
Baca Juga: Respons Iran atas Ancaman Tarif Trump di Selat Hormuz: 20 Persen Terlalu Tinggi
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia. Sebelum konflik kembali pecah pada Februari lalu, sekitar seperlima pasokan minyak dunia melintasi kawasan tersebut.
Sehari sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga mengumumkan rencana mengenakan biaya terhadap seluruh kargo yang melintasi Selat Hormuz. Ia juga menyatakan akan kembali memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal Iran sebagai bagian dari kebijakan keamanan di kawasan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: