Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Beragam Skenario Disiapkan Jokowi untuk Gibran, Salah Satunya 'Prabowo Tak Bisa Lanjut Memimpin'

        Beragam Skenario Disiapkan Jokowi untuk Gibran, Salah Satunya 'Prabowo Tak Bisa Lanjut Memimpin' Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti bahwa politik saat ini tengah memenas. Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menurutnya mulai menyiapkan sejumlah skenario politik untuk masa depan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

        Menurut Ray, langkah tersebut dilakukan karena anak mantan presiden itu masih menghadapi persoalan penerimaan publik sekaligus ketidakpastian konstelasi politik menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.

        Baca Juga: Ultimatum Terakhir Kubu Jokowi bagi Pihak yang Ragukan Keaslian Ijazah: Jangan Bermain-main...

        "Kelihatannya Pak Jokowi mulai memelihara setidaknya dua skenario, bahkan mungkin tiga skenario, untuk menghadapi perkembangan politik ke depan," kata Ray dalam podcast dari YouTube Hendri Satrio Official, dikutip Kamis (16/7).

        Ray menjelaskan, skenario pertama adalah mempertahankan kerja sama politik dengan Presiden Prabowo Subianto hingga Pilpres 2029. Gibran dalam skema tersebut diharapkan kembali menjadi pasangan Prabowo.

        Namun, menurut perhitungannya, peluang anak mantan presiden itu kembali dipilih sebagai calon wakil presiden oleh Prabowo saat ini belum terlalu besar.

        "Saya Analisis, Pak Gibran hanya mempunyai peluang sekitar 30 persen untuk kembali digandeng Pak Prabowo pada 2029," ujarnya.

        Ia menambahkan peluang tersebut masih sangat dinamis dan dapat berubah mengikuti perkembangan politik dalam beberapa tahun ke depan.

        "Tiga puluh persen bisa dianggap tinggi untuk saat ini. Namun, kita belum tahu apakah angkanya akan semakin tinggi atau justru semakin menurun seiring waktu," lanjutnya.

        Adapun Jokowi juga mengantisipasi jika anaknya tak dipilih oleh Prabowo di Pilpres 2029. Ray menilai politikus masih memiliki opsi politik lain, yakni mendorong anaknya maju sebagai calon presiden maupun calon wakil presiden bersama figur politik berbeda.

        "Kalau tidak bersama Pak Prabowo, Gibran bisa didorong menjadi calon RI-1 atau RI-2 bersama figur politik yang lain," kata Ray.

        Selain skenario menuju pilpres, pengamat politik ini juga menyoroti kemungkinan skenario jangka pendek yang berkaitan dengan keberlangsungan pemerintahan saat ini.

        Gibran menurutnya perlu dipersiapkan apabila suatu saat harus mengambil alih kepemimpinan sesuai mekanisme konstitusi bila presiden tidak dapat melanjutkan masa jabatannya.

        "Untuk jangka pendek, bisa saja disiapkan skenario apabila terjadi sesuatu yang membuat presiden tidak dapat melanjutkan masa jabatannya. Dalam kondisi itu, ia harus siap menerima estafet kepemimpinan," ujarnya.

        Ray menegaskan bahwa pernyataannya merupakan analisis politik mengenai berbagai kemungkinan yang dapat terjadi dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Hal itu bukan ajakan ataupun prediksi bahwa presiden saat ini akan lengser atau tidak dapat menjalankan tugasnya.

        Baca Juga: Bocoran Susunan 'Tim Sembilan' Kejagung Pengusut Kasus Febrie Adriansyah, Banyak Alumni dari KPK

        Sebelumnya, Ray juga menilai politikus muda itu masih menghadapi tantangan dalam memperoleh penerimaan publik. Menurutnya, masyarakat saat ini cenderung memandang presiden dan wakil presiden saat ini sebagai satu paket pemerintahan sehingga setiap penilaian terhadap presiden kerap turut berdampak pada citra politik wakil presidennya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: