Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Mendes Yandri Pastikan Koperasi Desa Merah Putih Tak Saingi BUMDes, Justru Jadi Offtaker Hasil Desa

        Mendes Yandri Pastikan Koperasi Desa Merah Putih Tak Saingi BUMDes, Justru Jadi Offtaker Hasil Desa Kredit Foto: Andi Hidayat
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto memastikan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) tidak akan menjadi pesaing Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sebaliknya, kedua lembaga tersebut akan bekerja sama untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa.

        Yandri mengatakan KDMP nantinya berperan menyerap sekaligus memasarkan hasil produksi masyarakat sesuai potensi di masing-masing desa. "Badan usaha milik desa yang sudah ada selama ini dengan Koperasi Desa Merah Putih, insyaallah, tidak akan bertabrakan, tapi akan melakukan kolaborasi, kerja sama untuk memastikan kegiatan ekonomi di desa itu benar-benar on the track dan para petani, sesuai dengan potensi desa masing-masing," kata Yandri seusai rapat terbatas di Istana, Jakarta, Rabu (15/7/2026).

        Ia menjelaskan seluruh potensi ekonomi desa akan dioptimalkan melalui operasional Koperasi Desa Merah Putih. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat pendapatan desa.

        Yandri mengungkapkan pemerintah desa juga akan memperoleh manfaat langsung dari keberhasilan koperasi. "Apalagi yang dipakai kan Dana Desa dan apalagi nanti dari keuntungan itu ada 20 persen dari Kopdes itu akan menjadi pendapatan asli desa," ujarnya.

        Menurutnya, keuntungan koperasi tidak hanya dinikmati pemerintah desa. "Jadi pemerintah desa dengan segala unsurnya punya kepentingan, Kopdes ini berhasil dan sukses karena ada efek positifnya kepada desa, termasuk sisanya yang 80 persen akan kembali ke rakyat di desa itu," lanjut Yandri.

        Selain membahas KDMP, Yandri menyampaikan program desa tematik yang dikembangkan selama setahun terakhir telah memberikan hasil positif. Sejumlah desa bahkan telah menjadi pemasok utama bahan pangan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

        "Banyak desa tematik ini menjadi penyuplai MBG, banyak. Jadi hampir seribu bahkan BUMDes itu menjadi penyuplai utama MBG," ungkap Yandri.

        Baca Juga: Heboh! Koperasi Kelurahan Merah Putih Melawai Untung Rp 78 Ribu dari Modal Rp 3 Miliar

        Ia menjelaskan setiap desa akan mengembangkan komoditas unggulan sesuai potensi wilayah masing-masing. Mulai dari desa jagung, padi, ikan nila, ikan lele, hingga kakao akan diperkuat melalui skema tersebut.

        "Memang ada desa jagung, ada desa padi, ada juga desa ikan nila, desa ikan lele, desa cokelat, dan desa-desa lain. Nah, ini nanti tetap Koperasi Desa Merah Putih akan menjadi offtaker-nya bekerja sama dengan badan usaha milik desa," tutur Yandri.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Bagikan Artikel: